Berita Daerah

Produksi Kebun Bah Birung Ulu Tembus 10,9 Juta Kg, Lampaui Target RKAP

173
×

Produksi Kebun Bah Birung Ulu Tembus 10,9 Juta Kg, Lampaui Target RKAP

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Kebun Bah Birung Ulu, PTPN IV Regional II, berhasil mencatatkan kinerja produksi yang melampaui target pada Triwulan I tahun 2026. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) sepanjang periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 10.912.870 kilogram, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 9.742.000 kilogram.

Selain capaian produksi, kinerja pengolahan juga menunjukkan peningkatan. Rendemen minyak sawit tercatat sebesar 25,02 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka 24,97 persen. Sementara itu, rendemen inti sawit tercatat 4,07 persen, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4,11 persen.

Sebagai perbandingan, pada Triwulan I tahun 2025, produksi TBS Kebun Bah Birung Ulu tercatat sebesar 9.572.910 kilogram, sehingga capaian tahun ini menunjukkan tren peningkatan produksi yang cukup signifikan.

Manajer Kebun Bah Birung Ulu, Yuna Shaund H.S. Damanik, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh unsur di lingkungan kebun.

“Capaian ini merupakan hasil sinergi seluruh lini, mulai dari kegiatan panen di lapangan, proses pengolahan, hingga pengawasan. Kami terus mendorong peningkatan efisiensi serta menjaga kualitas agar kinerja positif ini dapat terus berkelanjutan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan halal bihalal sekaligus syukuran ulang tahun PTPN Group yang digelar di Afdeling IV Kebun Bah Birung Ulu. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta makan bersama seluruh karyawan sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas capaian perusahaan.

Menurut Yuna, keberhasilan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan daya saing sektor perkebunan.

Ke depan, pihak manajemen akan terus memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan kualitas panen, serta menerapkan sistem pengamanan terpadu guna mempertahankan tren positif hingga akhir tahun 2026.

Sementara itu, Asisten Personalia Kebun (APK) Bah Birung Ulu, Bobby YF Saragih, menegaskan bahwa aspek keamanan juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran produksi di lingkungan kebun.

“Kami mengoptimalkan peran PAM Swakarsa dengan melibatkan karyawan secara aktif. Hal ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga aset perusahaan sekaligus mendukung keberlangsungan produksi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sistem pengamanan internal yang berjalan dengan baik turut menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta memperkuat solidaritas antar karyawan.

“Keamanan yang terjaga menjadi fondasi utama dalam menjaga kontinuitas produksi,” pungkasnya.(Ril)