TAPANULI UTARA — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya menjaga kelestarian Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dan ekosistem Harangan Tapanuli melalui upaya konservasi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Orangutan Sedunia 2026 yang digelar di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Rabu (19/8/2026).

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., mengatakan, upaya perlindungan terhadap kekayaan hayati harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Konservasi alam dan pemenuhan kebutuhan ekonomi warga harus saling menopang. Pemkab Tapanuli Utara mendorong langkah konkret melalui sektor hortikultura, salah satunya pembagian dan penanaman bibit durian di wilayah perbatasan hutan,” ujar Deni dalam sambutannya.
Menurutnya, pengembangan tanaman produktif tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga kelestarian ekosistem.
“Pendekatan ini memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem yang ada,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Novita Kusuma Wardani, S.Hut., M.AP., M.Env., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung upaya konservasi Orangutan Tapanuli dan kelestarian Harangan Tapanuli.
Peringatan Hari Orangutan Sedunia 2026 dikemas secara edukatif dan interaktif. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari senam pagi, lomba melukis, lomba storytelling, talkshow, hingga sesi Pongotopia bersama maskot orangutan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan ratusan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Tarutung. Pelibatan generasi muda dinilai penting untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan dan satwa liar sejak dini.
Pemkab Tapanuli Utara berharap sinergi bersama BBKSDA Sumatera Utara, lembaga swadaya masyarakat (NGO), dunia pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Taput optimistis pembangunan daerah dapat terus berjalan tanpa mengesampingkan aspek lingkungan, sehingga kelestarian Harangan Tapanuli dan Orangutan Tapanuli tetap terjaga, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Torop Pers)





