Berita Daerah

Bupati Taput Dukung Percepatan Energi Hijau

63
×

Bupati Taput Dukung Percepatan Energi Hijau

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mendukung percepatan transisi energi hijau dan optimalisasi pemanfaatan panas bumi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (19/8/2026).

IIGCE 2026 berlangsung hingga 21 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”. Kegiatan ini dibuka Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam arahannya, Menteri ESDM menargetkan penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 5,2 GW hingga 2034. Target tersebut ditempuh melalui penyederhanaan regulasi, pemberian insentif serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Bahlil juga menekankan bahwa pengembangan panas bumi tidak boleh hanya berorientasi pada produksi energi listrik, tetapi harus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, termasuk penciptaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan industri di daerah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati JTP Hutabarat menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat pengembangan energi bersih nasional.

Menurutnya, Tapanuli Utara memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi panas bumi, khususnya melalui keberadaan PLTP Sarulla berkapasitas 330 MW di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae yang dioperasikan Sarulla Operations Ltd. (SOL).

“Taput bangga menjadi bagian penting dalam menopang energi hijau nasional melalui keberadaan PLTP Sarulla. Kami mendukung terobosan Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia dalam mendorong percepatan investasi dan penyederhanaan aturan,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, pengembangan panas bumi di Tapanuli Utara harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi Tapanuli Utara, pengembangan panas bumi harus memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Keberadaan PLTP Sarulla harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga Taput, baik melalui lapangan kerja maupun peluang usaha dan pengembangan ekonomi lokal,” tegasnya.

Bupati berharap pengembangan energi panas bumi di Tapanuli Utara dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Energi bersih harus menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah. Kami ingin potensi panas bumi yang dimiliki Taput tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional, tetapi juga semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Torop Pers)