SIDIKALANG – Kepala Sekolah SD 030279 Sidikalang, Hasudungan Siregar, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), mengaku gerah dengan berbagai pemberitaan miring yang menyoroti kinerjanya dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Hasudungan, pemberitaan tersebut membuat dirinya merasa terzalimi, terlebih menjelang masa pensiunnya yang direncanakan pada tahun 2027.
“Saya merasa pusing membaca berbagai pemberitaan yang menurut saya terlalu cepat dinaikkan tanpa klarifikasi terlebih dahulu,” ujar Hasudungan saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 08.12 WIB.
Dalam kesempatan itu, Hasudungan juga membantah pemberitaan yang menyebut dirinya “alergi” terhadap wartawan maupun LSM yang ingin melakukan konfirmasi terkait dugaan adanya kutipan uang sebesar Rp4.000 dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ia menjelaskan, kemungkinan saat wartawan datang dirinya sedang berada di luar sekolah karena menghadiri kegiatan lain sehingga tidak dapat ditemui.
“Saya bersumpah tidak pernah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas terhadap wartawan. Wartawan adalah mitra masyarakat untuk mendapatkan informasi,” tegasnya.
Hasudungan juga menegaskan bahwa dirinya selalu bersikap terbuka dan menjalin hubungan baik dengan para jurnalis.
“Tidak benar kalau saya disebut alergi kepada wartawan. Saya selalu bersahabat dengan semua wartawan,” katanya.
Terkait isu dugaan pengutipan dana BOS tersebut, Hasudungan berharap setiap informasi yang beredar dapat terlebih dahulu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.
Menurutnya, ia sempat mengajak wartawan yang bersangkutan untuk bertemu di lokasi kegiatan di SD HKBP, karena saat itu dirinya sedang menghadiri acara bersama Kepala Dinas Pendidikan. Namun, pertemuan tersebut tidak sempat terjadi karena wartawan yang dimaksud tidak hadir.
“Saya berharap jika ada informasi atau isu miring, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak pernah melakukan pengutipan dana sebagaimana yang dituduhkan. Bahkan, ia mengaku berani bersumpah bahwa dirinya tidak terlibat dalam praktik tersebut.
Di akhir keterangannya, Hasudungan menyampaikan permohonan maaf apabila pada saat tertentu tidak dapat bertemu dengan rekan-rekan media.
“Jika saat itu saya tidak bisa ditemui, saya mohon maaf. Mudah-mudahan ke depan kita bisa bertemu dan tidak ada lagi kesalahpahaman,” katanya.
Ia juga mengaku sudah lelah dengan berbagai polemik yang muncul dan menyatakan siap menyerahkan jabatan Ketua K3S kepada siapa saja yang bersedia menggantikannya.
“Seandainya ada yang siap menggantikan saya sebagai Ketua K3S, saya siap langsung menyerahkan jabatan tersebut,” pungkasnya. (CN)





