Nasional

Cegah Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli

74
×

Cegah Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah operasional perusahaan di Sumatera dan Kalimantan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem deteksi dini, peningkatan patroli lapangan, kesiapan personel dan sarana pemadaman, hingga penyediaan sumber air di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menerapkan kebijakan Zero Burning sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.


Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah Dashboard Monitoring Karhutla PTPN IV. Sistem ini membantu perusahaan memantau kemunculan titik panas (hotspot) berdasarkan kedekatannya dengan lokasi perkebunan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim di tingkat regional dan unit kebun untuk melakukan verifikasi lapangan serta menentukan prioritas penanganan.


Selain pemantauan berbasis teknologi, PTPN IV PalmCo secara berkala melaksanakan Apel Siaga Karhutla untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, jalur komunikasi, serta mekanisme respons apabila ditemukan indikasi kebakaran di sekitar wilayah operasional.

Di Kalimantan, intensitas pemantauan dan patroli ditingkatkan, khususnya pada kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin dan mencegah rambatan api memasuki areal perkebunan maupun kawasan permukiman masyarakat.

Sementara di Sumatera, mitigasi diperkuat melalui penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk sumber air dan fasilitas pencegahan kebakaran di sejumlah kawasan rawan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan ketersediaan air dalam penanganan awal apabila terjadi kebakaran lahan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pengendalian Karhutla merupakan bagian dari manajemen risiko perusahaan yang dipersiapkan secara berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan ketika memasuki puncak musim kemarau.

“Mitigasi Karhutla harus dilakukan jauh sebelum api muncul. Karena itu, sistem monitoring, kesiapan personel, patroli, serta sarana pendukung kami persiapkan sejak awal agar ketika terdapat indikasi hotspot, tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujar Jatmiko di Jakarta.

Menurut Jatmiko, kebijakan Zero Burning merupakan bagian dari komitmen PTPN IV PalmCo dalam menjalankan praktik perkebunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bagi PalmCo, pencegahan kebakaran bukan hanya terkait perlindungan terhadap aset perusahaan. Yang jauh lebih penting adalah perlindungan terhadap masyarakat, lingkungan, dan ekosistem di sekitar perkebunan. Karena itu, pendekatan kami selalu menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama,” katanya.

Perkuat Personel dan Kesiapan Lapangan
Penguatan pencegahan juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas personel. Di Kalimantan Barat, PTPN IV melalui Regional V telah melaksanakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla) bagi personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman mengenai prosedur keselamatan, teknik penanganan kebakaran, koordinasi lapangan, serta penggunaan peralatan pemadaman.

Selain pelatihan, perusahaan rutin memeriksa kesiapan pompa, selang, alat pelindung diri, kendaraan operasional, alat komunikasi, serta sumber air yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.
Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Masyarakat
PTPN IV PalmCo juga memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat pemerintah, serta masyarakat di wilayah operasional.

Sebagai bentuk dukungan, perusahaan menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan keselamatan bagi petugas lapangan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Dukungan tersebut melengkapi koordinasi yang telah berjalan antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla.

Di Jambi, pendekatan pencegahan turut melibatkan masyarakat melalui program pemberdayaan di desa-desa sekitar perkebunan. Salah satunya dilakukan dengan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta menyediakan infrastruktur sumber air untuk mendukung pencegahan kebakaran di kawasan gambut.

Jatmiko menegaskan, efektivitas pengendalian Karhutla sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat.

“Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas konsesi. Karena itu, pencegahannya tidak mungkin dilakukan sendiri. Kuncinya adalah deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi seluruh pihak,” tegasnya.

Ke depan, PTPN IV PalmCo akan terus memperkuat sistem pemantauan, kesiapan personel dan sarana, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga operasional perkebunan tetap aman sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah perusahaan. (Ril)