Nasional

Bupati Simalungun Adopsi Model Pariwisata Bali untuk Perkuat KEK Danau Toba

106
×

Bupati Simalungun Adopsi Model Pariwisata Bali untuk Perkuat KEK Danau Toba

Sebarkan artikel ini

BALI – Dalam upaya memperkuat pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berkelas dunia, Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih memimpin kunjungan kerja strategis ke Bali guna mempelajari keberhasilan transformasi sektor pariwisata Pulau Dewata.

Rombongan terdiri dari jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, serta tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kegiatan ini merupakan inisiatif Bank Indonesia dan turut diikuti sejumlah kepala daerah kawasan Danau Toba serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan dikemas melalui Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan lapangan untuk mempelajari secara langsung keberhasilan Bali dalam membangun sektor pariwisata berbasis budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu agenda utama berlangsung di Kabupaten Bangli, Bali, Selasa (12/5/2026). Rombongan disambut langsung Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, dalam diskusi yang digelar di Pahdi Specialty Coffee, Kintamani, dengan latar pemandangan Gunung dan Danau Batur.

Dalam pemaparannya, Bupati Bangli memperkenalkan konsep “Kepemimpinan Berani” dengan slogan daerah “Bangli: The Origin of Bali”. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerahnya bertumpu pada semangat “Jengah”, yakni keberanian moral untuk keluar dari pola lama, mengambil keputusan strategis, dan terus berinovasi demi kemajuan daerah.

Konsep tersebut terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem retribusi, pengembangan sport tourism internasional seperti Bali Trail Run, hingga inovasi pelestarian lingkungan melalui program Eco-Enzyme massal di Danau Batur yang meraih rekor MURI.

Berbagai langkah tersebut menjadi inspirasi penting bagi Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam merancang strategi pembangunan kawasan Danau Toba yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Usai diskusi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Wisata Desa Penglipuran untuk melihat langsung penerapan konsep Community Based Tourism atau pariwisata berbasis komunitas.

Di desa tersebut, rombongan menyaksikan bagaimana tata ruang adat tetap terjaga secara sakral, namun mampu menggerakkan ekonomi masyarakat hingga tingkat rumah tangga. Seluruh warga terlibat aktif dalam pengelolaan wisata dan memperoleh manfaat ekonomi secara merata tanpa meninggalkan nilai budaya leluhur.

Menanggapi hasil kunjungan tersebut, Bupati Simalungun menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus memiliki “ruh” dan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.

“Pariwisata bukan sekadar membangun gedung megah atau jalan yang mulus. Yang lebih penting adalah membangun karakter, keramahan, dan antusiasme masyarakat. Ini menjadi tugas bersama agar pembangunan di Simalungun tetap berlandaskan prinsip BerAKHLAK,” tegas Anton Achmad Saragih.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, perdagangan hingga industri kreatif, guna menciptakan sistem ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan Danau Toba.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Simalungun berkomitmen mengadopsi model orkestrasi lintas sektor yang diterapkan di Bangli serta memperkuat partisipasi masyarakat seperti di Desa Penglipuran dalam pengembangan nagori-nagori sekitar Danau Toba.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, dan BRIN, Pemkab Simalungun optimistis Danau Toba akan berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia yang unggul dalam keindahan alam, kekuatan budaya, kualitas pelayanan, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(Ril/Weni)