PEMATANGSIANTAR – Trisna Nasution, perwakilan Bank Indonesia Cabangsiantar memberikan edukasi mengenai perkembangan sistem pembayaran tunai dan digital dalam kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) II Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Kota Pematangsiantar yang digelar di Ruang Data Pemerintah Kota Pematangsiantar, Selasa (7/7/2026).

Dalam pemaparannya, Trisna menjelaskan bahwa sistem pembayaran di Indonesia terus mengalami perkembangan. Pada awalnya masyarakat hanya menggunakan uang kartal sebagai alat pembayaran, kemudian berkembang melalui cek untuk transaksi bernilai besar, kartu ATM, SMS Banking, dompet digital (e-wallet), hingga berbagai inovasi pembayaran digital yang dikenal saat ini.
Ia mengatakan, Bank Indonesia terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital nasional yang mudah, aman, dan efisien. Selain itu, Bank Indonesia juga mengembangkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sebagai sistem pembayaran yang merupakan karya anak bangsa.

Trisna menjelaskan, QRIS memiliki beberapa metode transaksi, di antaranya Merchant Presented Mode (MPM), yaitu kode QR disediakan oleh pedagang dan dipindai oleh konsumen, serta Customer Presented Mode (CPM), yaitu pelanggan yang menampilkan kode QR untuk dipindai oleh merchant. Selain itu, tersedia pula fitur transaksi tanpa tatap muka (TTM).
Menurutnya, penggunaan QRIS memberikan berbagai manfaat, seperti proses transaksi yang cepat, aman, serta mengurangi risiko peredaran uang palsu. Bahkan, saat ini QRIS telah terhubung dengan sistem pembayaran lintas negara sehingga dapat digunakan untuk transaksi di sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, jepang, Thailand dan lainnya

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak meminjamkan akun atau kode QRIS kepada pihak lain. Jika kode QRIS mengalami kerusakan atau terdapat kendala, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada penyedia jasa pembayaran. Pengguna juga harus memastikan setiap transaksi telah berstatus berhasil sebelum meninggalkan lokasi pembayaran.
Dalam kesempatan itu, Trisna turut mengingatkan peserta agar waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin marak. Beberapa di antaranya adalah penipuan yang mengatasnamakan bank atau call center, love scam, ajakan investasi atau trading ilegal, hingga arisan bodong yang bertujuan menguras dana korban.
Apabila terlanjur menjadi korban penipuan, masyarakat diimbau segera melaporkannya melalui layanan Bank Indonesia BI Bicara 131 pada hari kerja atau menghubungi layanan 1500131 dari luar negeri.
Di akhir kegiatan, Bank Indonesia mengadakan kuis interaktif menggunakan Google Form yang diakses melalui pemindaian kode QR. Lima peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah berupa wadah penyimpanan minuman (tupperware). (741t)





