Nasional

Wesly Silalahi Hadiri RUPS Bank Sumut 2025 di Medan

157
×

Wesly Silalahi Hadiri RUPS Bank Sumut 2025 di Medan

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 PT Bank Sumut yang berlangsung di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Senin (06/04/2026).


Rapat yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM tersebut dihadiri para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara selaku pemegang saham, jajaran komisaris dan direksi Bank Sumut, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan komitmen para pemegang saham untuk mendorong PT Bank Sumut (Perseroda) naik kelas menjadi bank kategori Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2.

KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Saat ini Bank Sumut masih berada pada kategori KBMI 1. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana melakukan konsolidasi atau penghapusan bank-bank kategori KBMI 1 pada tahun 2029.

“Aturan OJK pada 2029 untuk bank itu minimal modal inti Rp6 triliun. Nilai tersebut sudah masuk kategori KBMI 2. Jadi sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat untuk mengejar modal Rp6 triliun,” ujar Bobby Nasution usai pelaksanaan RUPS.

Saat ini, modal inti Bank Sumut tercatat sebesar Rp5,2 triliun. Artinya, masih dibutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar agar dapat memenuhi syarat masuk ke kategori KBMI 2.
Untuk mencapai target tersebut, para pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota sepakat untuk menyetorkan kembali 15 persen dividen tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menambah penyertaan modal sebesar Rp100 miliar pada tahun ini. Sementara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan merencanakan tambahan penyertaan modal sekitar Rp70 miliar yang telah dituangkan dalam APBD.

“Ada yang sudah menganggarkan seperti Tapanuli Selatan yang merencanakan penambahan sekitar Rp70 miliar termasuk dari 15 persen dividen. Dari Provinsi Sumut sendiri selain inbreng aset sebelumnya, juga ada tambahan modal Rp100 miliar lagi,” jelas Bobby.

Lebih lanjut, Bobby berharap Bank Sumut dapat memperkuat kinerja dan tidak terlalu bergantung pada dana pemerintah daerah. Ia mendorong agar Bank Sumut lebih inovatif dalam mengembangkan produk perbankan sehingga mampu bersaing dengan bank-bank lain.

“Upaya yang kita harapkan tentu dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga harus diperkuat dan produknya juga harus semakin beragam. Jangan hanya mengandalkan APBD dan ASN saja,” tegasnya.

RUPS Tahunan ini menjadi momentum penting bagi Bank Sumut untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan daya saing di industri perbankan nasional.

Kehadiran para kepala daerah, termasuk Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, menunjukkan komitmen bersama para pemegang saham dalam mendukung penguatan Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah yang semakin profesional dan berdaya saing.