Nasional

Wapres Gibran Lepas Alumni LPDP Jadi Pejuang Digital di Daerah 3T

155
×

Wapres Gibran Lepas Alumni LPDP Jadi Pejuang Digital di Daerah 3T

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, secara resmi melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan digitalisasi pendidikan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden memandang digitalisasi pembelajaran sebagai langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta daerah dengan keterbatasan layanan pendidikan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong sistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Wapres menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons bersama.

“Perkembangan teknologi sangat cepat. Karena itu, kita harus bergerak bersama untuk mengatasi kesenjangan pendidikan,” ujar Gibran.

Ia juga menekankan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemanfaatan teknologi harus mampu meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Gunakan secara bijak dan bertanggung jawab, serta terus kembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi inovator,” pesannya.

Menurut Wapres, digitalisasi pendidikan bukan hanya sekadar penerapan teknologi dalam proses belajar mengajar, tetapi juga mencerminkan perubahan pola pikir serta cara belajar untuk menyiapkan generasi masa depan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga berdialog langsung dengan para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Sumatera Utara, untuk mengetahui latar belakang, pengalaman, serta lokasi penugasan mereka.

Salah satu peserta, Theresia Rutisu dari Sorong, Papua Barat, yang akan bertugas di Merauke, menyampaikan komitmennya untuk mengabdi di wilayah 3T. Lulusan magister dari Swiss Hotel Management School, Swiss, itu menekankan pentingnya berbagi pengalaman kepada generasi muda di daerah asalnya.

“Saya menekankan kata ‘pengabdian’. Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak di daerah 3T karena saya juga berasal dari sana. Saya ingin mereka tidak pernah berhenti bermimpi,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Gulmog Simbolon, lulusan University of Surrey, Inggris, asal Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, yang akan bertugas di Kabupaten Sumedang, menilai Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital menjadi ruang kontribusi nyata dalam pemerataan akses pendidikan. Ia juga meyakini program tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di daerah penugasan.

Menanggapi hal tersebut, Wapres mengapresiasi semangat para alumni universitas luar negeri yang memilih kembali mengabdi untuk bangsa.

“Setiap alumni harus bangga menjadi WNI dan mengabdi di kampung halamannya,” tegasnya.

Gibran juga menekankan pentingnya inovasi metode pembelajaran, khususnya di wilayah 3T, agar proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan dengan dukungan teknologi.

“Jika pembelajaran terasa membosankan, kita harus menemukan metode yang lebih menarik. Semua harus bisa dibuat menyenangkan. Apalagi saat ini tersedia interaktif panel dari Bapak Presiden. Saya berharap teman-teman dapat membantu mengenalkan dan mendampingi pemanfaatannya,” tuturnya.

Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T dan daerah khusus. Dalam program ini, para alumni LPDP berperan sebagai “Pejuang Digital” yang akan mendampingi guru dalam memanfaatkan teknologi serta memperkuat pembelajaran berbasis digital di sekolah.

Sebanyak 150 alumni LPDP akan ditugaskan di 150 sekolah dasar di wilayah Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke selama tiga bulan. Program ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem pembelajaran digital yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan.

BPMI Sekretariat Wapres