JAKARTA – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV Kelompok 1 BPSDM Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Studi Lapangan (STULA) ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Rombongan yang dipimpin Widyaiswara Pendamping Dr. Surya Jaya, S.H., M.Pd., didampingi Muksin, S.Sos., tersebut disambut Sekretaris Disdukcapil DKI Jakarta, Muhammad Nurrahman. Sebanyak 18 peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah dan kementerian di Sumatera Utara mengikuti kegiatan tersebut.

Kunjungan ini bertujuan mempelajari praktik terbaik dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya administrasi kependudukan. Peserta menggali penerapan transformasi pelayanan berbasis digital, tata kelola yang transparan, serta berbagai inovasi yang dapat diadaptasi di daerah masing-masing.
Dalam paparan yang disampaikan jajaran Disdukcapil DKI Jakarta, peserta memperoleh informasi mengenai profil organisasi, tugas dan fungsi, capaian kinerja, serta berbagai inovasi pelayanan. Di antaranya sistem layanan daring, pelayanan jemput bola, pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga standar waktu penyelesaian dokumen yang terukur dan dipublikasikan secara terbuka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi terkait pengelolaan sumber daya manusia, pengawasan pelayanan, penanganan pengaduan masyarakat, serta strategi mencegah praktik pungutan liar dan mempercepat proses pelayanan. Rombongan juga meninjau langsung ruang pelayanan dan alur kerja yang diterapkan Disdukcapil DKI Jakarta.
Peserta dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, Dipa Ben Kharisma Tarigan, S.H., bersama peserta dari Pemerintah Kota Pematangsiantar, Marlon Brando Sitorus, S.S., M.Si., menilai pembelajaran tersebut menjadi bahan penting dalam penyusunan Proyek Perubahan yang akan diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.
“Kami tidak hanya melihat sistem yang canggih, tetapi memahami semangat di baliknya, yakni melayani cepat, tepat, tanpa pungutan. Inilah yang akan kami bawa pulang dan sesuaikan dengan kondisi daerah kami,” ujar Marlon.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kunjungan tersebut juga menjadi wadah pertukaran pengalaman antarinstansi. Para peserta berkomitmen mengadaptasi praktik pelayanan yang dinilai efektif untuk memangkas prosedur yang berbelit, memberikan kepastian waktu penyelesaian, serta menciptakan pelayanan yang bersih, cepat, dan ramah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan ucapan terima kasih kepada jajaran Disdukcapil DKI Jakarta. Diharapkan, hasil studi lapangan tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Sumatera Utara, termasuk di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.(Ril)





