TAPANULI UTARA – Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., resmi menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, di Abe Hotel, Tapanuli Utara, Jumat (28/8/2026).
Bimtek yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, diikuti 50 guru kelas SD se-Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah.

Dalam arahannya, Wabup Deni meminta seluruh peserta tidak berhenti pada pemahaman materi selama Bimtek, tetapi segera menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran serta membagikan pengetahuan tersebut kepada guru lainnya di sekolah masing-masing.
Ia juga meminta 50 sekolah peserta menjadi percontohan dalam penerapan digitalisasi pembelajaran. Setiap sekolah diminta merangkum materi yang diperoleh selama Bimtek dan mempublikasikannya melalui media sosial sekolah, seperti Facebook, Instagram, maupun TikTok, paling lambat dua minggu setelah kegiatan.
“Lima puluh sekolah ini menjadi pilot project. Harapannya, apa yang sudah diperoleh dapat disebarkan kepada sekolah-sekolah lainnya,” ujar Deni.
Wabup juga mendorong para guru memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk menciptakan bahan ajar yang kreatif dan menarik bagi peserta didik.
Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan materi pembelajaran yang mengangkat kearifan lokal Tapanuli Utara, termasuk dalam bentuk cerita yang dapat mendukung peningkatan kemampuan membaca dan bercerita siswa.
Selain penguasaan teknologi, Deni menekankan pentingnya guru membangun portofolio serta rekam jejak kinerja melalui inovasi dan kontribusi nyata di lingkungan sekolah.
“Buatlah portofolionya. Kompetensi dan track record Bapak Ibu yang akan berbicara,” tegasnya.
Deni berharap 50 peserta Bimtek mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong transformasi digital di bidang pendidikan. Pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan serta dibagikan kepada sekolah lain.
Dengan demikian, digitalisasi pembelajaran tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan mutu pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara.(Torop Pers)





