TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) mempercepat pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Sijaba seluas 30 hektare. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., di Aula Mini Kantor Bupati Taput, Jumat (28/8/2026).
Wakil Bupati Deni menegaskan, percepatan program harus dilakukan melalui langkah konkret dan terukur agar potensi pertanian daerah dapat dikembangkan secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita menginginkan kerja nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sinergi antar-OPD teknis harus berjalan mantap, mulai dari persiapan lahan, infrastruktur pendukung, hingga pendampingan petani,” tegasnya.
Ia menyampaikan, Pemkab Taput menargetkan agenda penanaman serentak di KPT Sijaba dapat dimulai pada September 2026.
Sebagai tahap awal, penanaman jagung serentak akan dilakukan di lahan seluas 18,2 hektare. Lahan tersebut telah menyelesaikan proses land clearing dan pemberian kapur dolomit sebagai bagian dari persiapan lahan.
Program tersebut juga melibatkan 10 petani milenial sebagai proyek percontohan pengelolaan lahan berbasis smart farming. Masing-masing petani akan mengelola lahan seluas 1 hektare.
KPT Sijaba dirancang sebagai kawasan pertanian terpadu dengan berbagai komoditas dan sektor usaha. Pengembangannya mencakup hortikultura, perkebunan kopi, peternakan, perikanan air tawar, serta demplot bawang merah seluas 1 hektare.
Untuk sektor perikanan, kawasan tersebut juga akan memanfaatkan embung berukuran 20 x 20 meter sebagai lokasi budidaya ikan nila. Selain itu, pada tahun anggaran 2026 direncanakan pembangunan Saung Tani dan sarana irigasi untuk mendukung aktivitas pertanian.
Pemkab Taput juga menyiapkan dukungan lintas sektor untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut. Di antaranya pemetaan jalan baru oleh Dinas PUTRHub, riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta penyelesaian legalitas status tanah APL.
Selain itu, akan diterapkan pola kemitraan Inti-Plasma antara Perseroda Pertanian dan masyarakat lokal. Pola tersebut diharapkan mampu memperkuat produktivitas sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Melalui pengembangan KPT Sijaba, Pemkab Taput menargetkan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan pertanian terpadu yang mampu mengoptimalkan potensi lahan, mendorong penerapan teknologi pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.(Torop Pers)





