Nasional

Vandiko Gultom Turun ke Lahan, Samosir Genjot Produksi Bawang Putih

55
×

Vandiko Gultom Turun ke Lahan, Samosir Genjot Produksi Bawang Putih

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, turun langsung ke lahan bersama petani menanam bibit bawang putih bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Dusun II Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kamis (30/04/2026).

Di tengah hamparan lahan pertanian, Vandiko membaur bersama Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtama sebagai penerima bantuan. Ia tidak hanya ikut menanam bibit, tetapi juga berdialog serta memberi semangat kepada petani. Kehadiran tersebut menjadi simbol bahwa program pertanian tidak berhenti pada kebijakan, melainkan diwujudkan hingga ke lapangan.

Sebanyak 16 ton bibit bawang putih ditanam di lahan seluas 20 hektare. Program ini menjadi langkah konkret Pemkab Samosir dalam menjawab kepercayaan pemerintah pusat untuk menjadikan Samosir sebagai salah satu sentra bawang putih di Sumatera Utara, bahkan nasional.

Vandiko menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional melalui Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis komoditas bawang putih. Ia menyebut peluang tersebut terbuka setelah komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian.

“Samosir dinilai memiliki potensi besar, bahkan lebih unggul. Ini peluang yang harus dijawab dengan kerja nyata,” ujar Vandiko.

Ia menambahkan, kepercayaan pemerintah pusat harus dibuktikan dengan keseriusan. Hal itu terlihat dari cepatnya realisasi bantuan, mulai dari bibit hingga alat pertanian seperti traktor, serta pendampingan teknis dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Program ini tidak main-main. Setelah pertemuan dengan Menteri Pertanian, bantuan langsung dikirim. Kita harus memanfaatkannya untuk kesejahteraan petani,” tegasnya.

Vandiko juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam mendampingi petani. Ia meminta setiap kendala di lapangan segera ditangani agar target produksi tercapai.

“Keberhasilan program ini ada di tangan petani. Jika dikelola serius, bukan hanya swasembada, kita juga bisa menyuplai kebutuhan Sumatera Utara,” tambahnya.

Lebih jauh, Vandiko optimistis Samosir mampu menjadi daerah penghasil bawang putih yang diperhitungkan di tingkat nasional.

“Ini bukan sekadar program, ini pembuktian bahwa Samosir layak menjadi sentra bawang putih,” katanya.

Perwakilan Kementerian Pertanian RI, Risda Sinaga, menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan bawang putih di Samosir. Menurutnya, daerah ini tidak hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga memiliki potensi besar di bidang hortikultura.

“Kita harus bersama-sama membangun Samosir. Potensi pertanian ini harus dikembangkan secara kolaboratif,” ujarnya.

Kementerian Pertanian juga telah menerima usulan pengembangan irigasi guna mendukung keberlanjutan program. Ke depan, pengembangan bawang putih direncanakan diperluas ke wilayah lain di Samosir dengan tetap menjaga kearifan lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur, menjelaskan bahwa target produksi bawang putih bisa mencapai 20 ton per hektare. Pendampingan intensif akan terus dilakukan untuk memastikan keberhasilan program.

“Setiap kendala akan ditangani bersama. Tidak ada kata gagal untuk kesejahteraan petani,” tegasnya.

Menariknya, petani di Desa Maduma tetap mengedepankan kearifan lokal, seperti penggunaan mulsa alami dari jerami dan ilalang. Dukungan swadaya petani, serta perbaikan irigasi dan embung, menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian.

Ketua KTNA Samosir, Pantas M. Sinaga, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap petani dan menyatakan kesiapan mendampingi kelompok tani. Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo, Edu Turnip, yang berharap program ini mampu meningkatkan perekonomian petani.

“Semoga berhasil dan Samosir benar-benar menjadi sentra bawang putih,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani, Kabupaten Samosir optimistis dapat memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung bawang putih di Sumatera Utara. Langkah yang dimulai dari Desa Maduma ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan kesejahteraan petani sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional.

Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Camat Simanindo Hans R. Sidabutar, peneliti BRIN Popy, serta anggota kelompok tani.(Ril)