Berita Daerah

Peringati Hari Lingkungan Hidup, FKPHUPD Angkat Seni dan Budaya Daerah

58
×

Peringati Hari Lingkungan Hidup, FKPHUPD Angkat Seni dan Budaya Daerah

Sebarkan artikel ini

DAIRI – Dalam upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup, Forum Komunikasi Pemangku Hak Ulayat Pakpak Dairi (FKPHUPD) menggelar Pentas Seni dan Musik Daerah di Gedung Nasional Djauli Manik, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya” tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Acara berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari sejumlah etnis yang ada di Kabupaten Dairi.

Pentas seni tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala. Turut hadir dalam kegiatan itu Wakapolres Dairi Kompol Diarma Munthe, Ketua MUI Dairi Wahlin Munthe, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Parbudpora) Dairi Iwan Taruna Berutu, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para tokoh pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Dairi.

Ketua Umum FKPHUPD, Saut Martua Ujung, mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya berbicara tentang pelestarian alam semata, tetapi juga berkaitan erat dengan pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Menurutnya, lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari adat istiadat, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

“Menjaga lingkungan berarti juga menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Saut Martua Ujung.

Ia menambahkan bahwa lingkungan tidak hanya dimaknai sebagai alam dan sumber daya yang ada di sekitar manusia, tetapi juga mencakup budaya, seni, serta seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia, Aslim Padang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan hidup sekaligus terhadap adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Acara ini kita gelar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tentunya hal ini sejalan dengan prinsip bahwa di dalam lingkungan yang bersih terdapat jiwa yang sehat,” kata Aslim.

Ia juga menegaskan bahwa festival tersebut menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan budaya dari berbagai etnis yang hidup berdampingan di Kabupaten Dairi.

“Dalam festival ini kita mengangkat budaya dari etnis-etnis yang ada di Kabupaten Dairi. Kami ingin memperkenalkan sekaligus melestarikan keberagaman budaya yang menjadi kekuatan daerah ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, FKPHUPD juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan bakat di bidang seni budaya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah.

Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi sekaligus penguatan nilai-nilai budaya dan kepedulian lingkungan di tengah masyarakat.

Festival seni dan musik daerah itu diikuti puluhan grup peserta dari berbagai kalangan pemuda. Untuk memotivasi para peserta, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp12 juta bagi para pemenang yang berhasil menampilkan karya seni dan budaya terbaik mereka.(CN)