SIMALUNGUN – Dalam upaya meningkatkan pembinaan mental dan spiritual para tahanan, Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Simalungun menggelar kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) bagi tahanan beragama Kristen di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Simalungun, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pembinaan yang humanis kepada para tahanan, tidak hanya dari aspek penegakan hukum, tetapi juga dari sisi spiritual dan pembentukan karakter.

Hal itu disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan program rutin Polri yang bertujuan membentuk karakter para tahanan agar menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa penahanan.
“Melalui kegiatan Binrohtal ini, Polri berupaya memberikan pembinaan secara menyeluruh, termasuk penguatan spiritual. Harapannya para tahanan dapat menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta memiliki bekal moral yang lebih baik ke depannya,” ujar AKP Verry Purba.
Kegiatan Binrohtal tersebut dipimpin Kasat Tahti Polres Simalungun IPTU Syahrial Lubis, dengan pelaksana ibadah AIPDA Indra Saragih, SH. Rangkaian kegiatan diisi dengan ibadah, doa bersama, serta ceramah rohani yang mengangkat tema kekuatan iman dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Dalam ceramahnya, AIPDA Indra Saragih menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan, termasuk saat menjalani masa penahanan. Ia juga mengajak para tahanan untuk tetap memiliki harapan dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kita semua tidak luput dari kesalahan. Namun melalui iman dan pertobatan, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Jadikan masa ini sebagai momentum untuk introspeksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” ungkapnya.
Sebanyak empat orang tahanan beragama Kristen mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh khidmat. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah, mulai dari doa hingga penyampaian ceramah rohani.
IPTU Syahrial Lubis menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan spiritual ini memberikan dampak positif terhadap kondisi mental dan emosional para tahanan. Menurutnya, melalui pendekatan keagamaan para tahanan dapat lebih tenang, menyadari kesalahan, serta memiliki motivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya.
“Kami melihat adanya perubahan sikap yang lebih positif dari para tahanan setelah mengikuti kegiatan Binrohtal. Ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis sangat efektif dalam proses pembinaan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh petugas tetap menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pengawalan tahanan guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
AKP Verry Purba menambahkan, Polres Simalungun akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan tahanan. Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina masyarakat, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani proses hukum.
“Polri hadir untuk memberikan harapan dan perubahan. Kami ingin para tahanan memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai positif,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di RTP Polres Simalungun terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan Binrohtal pun ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar para tahanan memperoleh kekuatan dan bimbingan dalam menjalani kehidupan ke depan.
Melalui kegiatan ini, Polres Simalungun kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam pelaksanaan tugas, sekaligus mendukung pembinaan yang lebih baik bagi para tahanan.(Ril)





