Nasional

Pemkab Simalungun Siapkan Langkah Strategis Cegah Banjir Serbelawan Terulang

69
×

Pemkab Simalungun Siapkan Langkah Strategis Cegah Banjir Serbelawan Terulang

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyiapkan sejumlah langkah strategis sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah banjir kembali terjadi di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pascabanjir akibat meluapnya Sungai Sikkam.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, saat meninjau lokasi terdampak banjir, Sabtu (1/8/2026).

Sekda menjelaskan, langkah awal yang akan segera dilakukan adalah normalisasi Sungai Sikkam. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, sedimentasi yang cukup tinggi telah mengurangi kapasitas sungai sehingga tidak mampu menampung debit air saat curah hujan meningkat.

“Langkah pertama yang akan segera dilaksanakan adalah normalisasi Sungai Sikkam,” ujar Mixnon.

Menurutnya, pemulihan fungsi dan kedalaman sungai menjadi prioritas utama agar aliran air kembali lancar dan mampu menampung debit air secara optimal.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Simalungun juga merencanakan pembangunan embung dan kawasan resapan air di sejumlah titik strategis. Program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan, di antaranya PTPN IV Kebun Dolok Ilir, PT Bridgestone, serta kawasan di Kecamatan Tapian Dolok.

Pembangunan embung dan daerah resapan air itu bertujuan menahan serta memperlambat aliran air hujan dari wilayah hulu sebelum memasuki Sungai Sikkam. Dengan demikian, lonjakan debit air dapat dikendalikan sehingga risiko banjir di kawasan permukiman dapat diminimalkan.

Langkah serupa juga akan diterapkan di kawasan PLTA Dolok Ilir guna menjaga kelancaran aliran air dan mencegah terjadinya hambatan maupun genangan di wilayah hilir.

Untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, Pemkab Simalungun terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara dan tim konsultan dari Universitas Sumatera Utara (USU). Kajian teknis yang komprehensif akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan penanganan banjir yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Seluruh program ini dipastikan mulai direalisasikan pada tahun ini sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir,” tegas Mixnon.

Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi Kepala Pelaksana BPBD Budiman Silalahi, Kepala Dinas Kominfo Akbar Putra Siregar, Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar, serta unsur Forkopimca setempat.

Rombongan juga meninjau dapur umum di Kantor Lurah Serbelawan untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi. Selain itu, mereka menyaksikan langsung kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan yang melibatkan personel TNI, Polri, perangkat daerah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, menegaskan seluruh personel BPBD masih disiagakan untuk mempercepat proses pemulihan pascabanjir.

“Fokus kami saat ini adalah mempercepat pembersihan lingkungan, melakukan pendataan dampak banjir, serta memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” katanya.

Budiman menambahkan, pemantauan cuaca dan kondisi lapangan terus dilakukan agar setiap potensi bencana dapat ditangani secara cepat dan tepat.(Ril)