Nasional

Kontroversi PPPK di Gunung Maligas: Operator yang Lama Tak Masuk Sekolah Lolos Seleksi, Kini Ditugaskan di Perpustakaan

390
×

Kontroversi PPPK di Gunung Maligas: Operator yang Lama Tak Masuk Sekolah Lolos Seleksi, Kini Ditugaskan di Perpustakaan

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

SIMALUNGUN – Kelulusan seorang operator sekolah di SMP Negeri 1 Gunung Maligas sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, operator berinisial W tersebut diketahui sudah lama tidak aktif bertugas di sekolah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, W merupakan operator sekolah di SMPN 1 Gunung Maligas sejak tahun 2023. Namun pada Juni 2023, yang bersangkutan mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

Sejak mengalami kecelakaan tersebut, W disebut tidak pernah lagi masuk bekerja seperti biasanya di sekolah itu. Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak di lingkungan sekolah merasa heran ketika mengetahui bahwa yang bersangkutan justru dinyatakan lolos sebagai PPPK paruh waktu.

Kepala SMPN 1 Gunung Maligas, Rini Afriaty Malau S.Pd, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (15/3/2026), membenarkan bahwa pihaknya sempat dimintai klarifikasi terkait persoalan tersebut oleh instansi terkait.

Menurut Rini, dirinya bahkan pernah dipanggil oleh pihak dinas  Dinas Pendidikan  dan pihak Inspektorat  untuk membuat surat pernyataan pada November 2025.

“W itu sebenarnya sudah keluar dari Dapodik. Dalam proses perpanjangan pemberkasan ternyata dilakukan tanpa sepengetahuan kepala sekolah,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 orang tua dari W pernah datang ke sekolah dengan maksud meminta tanda tangan berkas. Namun ia menolak menandatangani dokumen tersebut.

“Orang tuanya pernah datang meminta saya menandatangani berkas, tapi saya tidak mau menandatangani,” ungkap Rini.

Ia mengaku heran karena W tetap dinyatakan lolos seleksi PPPK paruh waktu, padahal dirinya sebagai kepala sekolah tidak pernah menandatangani dokumen pemberkasan tersebut.

“Saya juga heran bagaimana W bisa lolos PPPK paruh waktu, sementara saya sebagai kepala sekolah tidak pernah menandatangani pemberkasan PPPK itu,” katanya.

Menariknya, saat ini W diketahui telah kembali ditugaskan di lingkungan sekolah dan ditempatkan pada bagian perpustakaan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan tenaga honorer lainnya, mengingat masih banyak pegawai honorer di SMPN 1 Gunung Maligas yang telah lama mengabdi namun belum berhasil lulus dalam seleksi PPPK. (741t)