Nasional

Tetap Percaya di Tengah Badai Kehidupan

70
×

Tetap Percaya di Tengah Badai Kehidupan

Sebarkan artikel ini

Shalom, jemaat yang dikasihi Tuhan.

Hari Minggu adalah hari yang indah untuk kembali datang kepada Tuhan, membawa syukur, harapan, bahkan segala pergumulan yang kita alami sepanjang minggu ini. Dalam kehidupan, tidak semua hari berjalan mudah. Ada saatnya kita menghadapi kesulitan ekonomi, masalah keluarga, sakit penyakit, kekecewaan, bahkan kehilangan semangat hidup. Namun Firman Tuhan mengajarkan bahwa di tengah badai sekalipun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Firman Tuhan hari ini diambil dari Injil Markus 4:39:

“Lalu Ia bangun menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: Diam! Tenanglah! Maka angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.”

Kisah ini menceritakan ketika Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya berada di atas perahu. Tiba-tiba datang badai besar. Ombak menghantam perahu hingga murid-murid ketakutan. Mereka merasa seolah-olah akan tenggelam. Sementara itu Yesus sedang tidur di buritan perahu.

Bukankah sering kali kehidupan kita juga seperti itu?

Kita merasa sedang menghadapi badai yang besar. Kita berdoa, tetapi seolah Tuhan diam. Kita berharap pertolongan segera datang, namun keadaan belum berubah. Hingga akhirnya hati kita mulai dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran.

Namun melalui kisah ini, Tuhan ingin mengajarkan satu hal penting:

Tuhan tetap ada di dalam perahu kehidupan kita.

Ketika murid-murid berseru kepada Yesus, Tuhan bangkit dan menenangkan badai itu. Artinya, tidak ada persoalan yang terlalu besar bagi Tuhan. Tidak ada air mata yang tidak diperhatikan-Nya. Tidak ada doa yang diabaikan-Nya.

Kadang Tuhan mengizinkan badai terjadi bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk menguatkan iman kita. Sebab melalui badai, kita belajar berserah. Melalui kesulitan, kita belajar berharap hanya kepada Tuhan.

Hari ini Tuhan juga berkata kepada setiap kita:

“Jangan takut, Aku menyertai engkau.”

Mungkin ada jemaat yang sedang lelah menghadapi hidup. Ada yang sedang berjuang mencari pekerjaan, menghadapi masalah rumah tangga, usaha yang menurun, atau kesehatan yang terganggu. Percayalah, Tuhan sanggup membuka jalan. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita diajak untuk tetap setia dalam doa, tetap hidup benar, dan tetap percaya walau keadaan belum berubah. Sebab iman bukan berjalan karena melihat, tetapi percaya kepada kuasa Tuhan.

Mari di hari Minggu ini kita menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Jangan biarkan ketakutan menguasai hati kita. Sebaliknya, biarlah damai sejahtera Tuhan memenuhi hidup kita.

Karena badai sebesar apa pun akan berlalu, tetapi kasih Tuhan tetap selama-lamanya.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

###