Berita Daerah

Keluarga Apresiasi Kesigapan Polres Simalungun Evakuasi Lansia yang Ditemukan Meninggal di Perkebunan

87
×

Keluarga Apresiasi Kesigapan Polres Simalungun Evakuasi Lansia yang Ditemukan Meninggal di Perkebunan

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Keluarga almarhumah Hermin Lasih Silalahi (78) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun bersama personel Polsek Gunung Malela atas kesigapan dan profesionalisme dalam mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan, Sabtu (4/7/2026).

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan keluarga setelah proses penanganan, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga evakuasi jenazah berjalan cepat, tertib, dan penuh empati.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB mengatakan, penanganan kasus ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, humanis, dan berintegritas.

“Ini adalah wujud nyata Polri hadir untuk masyarakat. Personel kami bergerak cepat dan profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan warga hingga proses penanganannya selesai,” ujar AKP Verry Purba.

Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan, SH, MH menjelaskan, Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun bersama personel Polsek Gunung Malela melaksanakan olah TKP pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.54 WIB di Parit Gajah Blok 2022 I, Perkebunan PTPN IV Afdeling V Marihat Huta I, Ujung Raja, Nagori Pamatang Silampuyang, Kecamatan Siantar.

Penanganan dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 15.15 WIB mengenai penemuan sesosok mayat di dalam parit perkebunan. Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Gunung Malela segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Simalungun.

Berdasarkan keterangan saksi Wahyu Apriansyah, penemuan jasad bermula ketika dirinya mencium bau tidak sedap saat mengumpulkan tandan buah sawit. Ia kemudian teringat adanya warga yang dilaporkan hilang sejak 27 Juni 2026 dan menelusuri asal bau tersebut hingga menemukan sesosok jasad di dalam parit gajah. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Dusun (Gamot) I Ahmad Bilal, yang kemudian menghubungi pihak keluarga korban.

Sementara itu, cucu korban, Saljun Berutu, mengenali pakaian dan tas yang dikenakan jenazah sebagai milik neneknya, Hermin Lasih Silalahi. Ia kemudian memberitahukan kabar tersebut kepada anggota keluarga lainnya.

“Setelah tiba di lokasi, personel langsung mengamankan TKP, meminta keterangan para saksi, berkoordinasi dengan Tim Inafis, kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk dilakukan pemeriksaan,” terang AKP Hengky.

Hasil pemeriksaan visum luar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi secara resmi.

AKP Verry Purba menambahkan, korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh anak kandungnya, Ramces Hutabarat, ke Polsek Gunung Malela pada Senin (29/6/2026), setelah korban berpamitan menghadiri pesta pada 27 Juni 2026 namun tidak kembali ke rumah.

Sejak menerima laporan tersebut, personel Polsek Gunung Malela bersama keluarga dan masyarakat telah melakukan pencarian secara intensif hingga akhirnya korban ditemukan.

Atas kesigapan dan koordinasi yang baik antara Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun dan Polsek Gunung Malela, pihak keluarga menyampaikan apresiasi karena proses evakuasi serta penanganan jenazah berlangsung dengan cepat, profesional, dan penuh kepedulian.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah. Terima kasih atas apresiasi yang diberikan keluarga korban. Kami akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme dan sisi kemanusiaan,” tutup AKP Verry Purba.(Ril)