SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Pusuk Buhit melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menebar 1.000 bibit ikan di Danau Toba serta menanam 1.000 pohon di kawasan Waterfront City (WFC) Pangururan dan kawasan Pusuk Buhit, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pesanggrahan, tepatnya di depan Rumah Dinas Bupati Samosir tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, Kapolres Samosir AKBP Rina Tarigan, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Danramil Pangururan, Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi, serta mahasiswa KKN Quality.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pusuk Buhit atas inisiatif yang dinilai sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem Danau Toba.
Menurut Vandiko, penebaran bibit ikan dan penanaman pohon merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan alam agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
“Penebaran bibit ikan dan penanaman pohon ini menjadi bukti komitmen kita bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Harapan kita, upaya ini tidak berhenti pada generasi sekarang, tetapi terus berlanjut dan menjadi contoh bagi masyarakat luas,” ujar Vandiko.
Ia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk para perantau asal Samosir.
Menurutnya, jika ekosistem Danau Toba tetap terjaga dengan baik, maka sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat, khususnya nelayan yang menggantungkan hidup dari danau tersebut, juga akan meningkat.
“Danau Toba harus tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Jika lingkungannya terjaga dengan baik, wisatawan akan datang dan masyarakat yang bergantung pada danau ini dapat meningkatkan pendapatan,” katanya.
Vandiko juga menekankan pentingnya penggunaan bibit ikan yang sesuai dengan spesies endemik Danau Toba agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem alami di danau terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pusuk Buhit Effendy Naibaho menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari soft launching gerakan penanaman 10 juta pohon yang digagas yayasan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan Danau Toba.
Selain penebaran bibit ikan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Waterfront City Pangururan dan Pusuk Buhit.
“Kegiatan ini bertujuan menjaga Danau Toba dan lingkungannya dengan semangat ‘Suan Unang Taba’. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” ujar Effendy.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Yayasan Si Raja Batak serta organisasi kemasyarakatan Pemuda Batak Bersatu (PBB).
Di sisi lain, Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi menyampaikan bahwa pihak gereja juga akan mengambil bagian dalam menjaga kelestarian alam melalui rencana kegiatan penanaman pohon yang akan dilaksanakan pada 18 April mendatang di kawasan Pusuk Buhit.
“Danau Toba dan Samosir adalah rumah kita bersama. Jika alam tidak aman, maka manusia juga tidak akan aman. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaganya,” ungkapnya.
Kapolres Samosir AKBP Rina Tarigan menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam mendukung upaya konservasi Danau Toba, terlebih di tengah kekhawatiran menurunnya populasi ikan di perairan danau tersebut.
“Kami dari kepolisian berkomitmen mendukung penuh upaya konservasi lingkungan dan siap bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian Danau Toba,” kata Rina Tarigan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan Danau Toba semakin meningkat, sehingga ekosistem danau tetap terjaga dan dapat terus memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.(Ril)





