Nasional

Horja Bius “Pasahat Horbo Lae-Lae Tu Dolok Pusuk Buhit”, Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga di Samosir

70
×

Horja Bius “Pasahat Horbo Lae-Lae Tu Dolok Pusuk Buhit”, Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga di Samosir

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar event budaya Horja Bius Mangalat Horbo dengan ritual “Pasahat Horbo Lae-Lae Tu Dolok Pusuk Buhit” sebagai rangkaian kegiatan Horas Samosir Fiesta (HSF) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Sosor Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kamis (29/05/2026).

Event budaya yang digelar selama dua hari, mulai 28 hingga 29 Mei 2026 itu menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas keberkahan hasil alam sekaligus doa memohon perlindungan kepada Sang Pencipta. Tradisi adat yang diwariskan leluhur Batak tersebut juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Berbagai rangkaian ritual dan pertunjukan adat turut memeriahkan kegiatan, di antaranya mangkarihiri atau prosesi mengikat moncong kerbau menggunakan jalinan rotan, tortor massal marsiadapari sebagai simbol gotong royong, hingga mossak, seni bela diri kuno masyarakat Batak. Pada malam harinya, masyarakat juga disuguhkan acara Senandung Bona Pasogit yang menghadirkan penampilan sejumlah artis lokal.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir untuk terus menggali, menjaga, dan melestarikan warisan budaya leluhur Bangsa Batak agar tetap hidup dan dikenal generasi muda maupun wisatawan.

“Kekayaan budaya jangan sampai redup. Kita harus terus menggalakkannya melalui atraksi budaya yang dapat dinikmati masyarakat Samosir maupun wisatawan yang berkunjung ke Samosir, seperti event ritus Horja Bius yang diisi dengan mangalahat horbo dan melibatkan Raja Bius pada Kenegerian Limbong dan Sagala,” ujar Ariston.

Ia berharap event budaya tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sianjur Mulamula, melalui perkembangan sektor pariwisata dan UMKM lokal.

“Pergerakan wisatawan ke Samosir semakin meningkat. Kesempatan baik ini harus dimanfaatkan dengan menerapkan Poda Na Lima, yakni Paias Rohamu, Paias Pamatangmu, Paias Parabitonmu, Paias Bagasmu, dan Paias Alamanmu. Mari bersama membangun dan menyatukan pandangan ke depan dengan melestarikan kekayaan alam yang dikolaborasikan dengan adat istiadat,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili Forkopimda, Anggota DPRD Samosir sekaligus Ketua Komisi III, Jonny Sagala bersama Pantas Limbong menyampaikan dukungan penuh DPRD terhadap upaya pelestarian budaya Batak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Menurut mereka, setiap event budaya harus didukung dan dikembangkan menjadi agenda unggulan daerah. DPRD juga berkomitmen mendorong penganggaran penataan lokasi kegiatan agar kawasan tersebut semakin representatif sebagai destinasi wisata budaya di Kecamatan Sianjur Mulamula.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadisbudpar Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu, Asisten II Hotraja Sitanggang SAB, para pimpinan OPD, camat, Kepala Desa Aek Sipitudai, Wakapolres Samosir Kompol Briston Napitupulu, perwakilan Kejari Samosir, serta perwakilan hotel se-Kabupaten Samosir.(Ril)