Nasional

Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Taput Usulkan Penguatan Irigasi 

68
×

Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Taput Usulkan Penguatan Irigasi 

Sebarkan artikel ini

TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau ekstrem pada tahun 2026. Salah satunya dengan mengusulkan penguatan infrastruktur irigasi saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menghadiri langsung Rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (20/04/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Taput didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Viktor Siagian serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan SEY Pasaribu. Rakornas ini mempertemukan para kepala daerah dari seluruh Indonesia bersama jajaran pemerintah pusat dan pemangku kepentingan sektor pertanian guna membahas langkah strategis menghadapi potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini.

Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam forum nasional tersebut sangat penting untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan.

“Pemerintah Kabupaten berkomitmen menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada tantangan musim kemarau,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Taput juga menyampaikan sejumlah usulan teknis kepada Kementerian Pertanian sebagai langkah konkret mitigasi terhadap ancaman kekeringan. Usulan tersebut berfokus pada pembangunan infrastruktur air untuk mendukung sektor pertanian.

Adapun dua poin utama yang diusulkan yakni pembangunan irigasi perpompaan serta pembangunan irigasi tersier di sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Tapanuli Utara.

Menurut Bupati, penguatan sistem irigasi menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian, khususnya saat curah hujan menurun. Selain itu, optimalisasi lahan serta penerapan teknologi pertanian yang adaptif juga dinilai penting dalam menghadapi perubahan iklim.

“Melalui pembangunan irigasi perpompaan dan irigasi tersier, distribusi air ke lahan-lahan produktif milik petani diharapkan dapat tetap terjaga secara stabil dan merata,” jelasnya.

Dengan keterlibatan aktif dalam Rakornas tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap dapat memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur pertanian di daerah.

Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan skema mitigasi yang lebih terukur dan sistematis, sehingga stabilitas ketahanan pangan daerah tetap terjaga sekaligus memastikan kesejahteraan para petani di Tapanuli Utara tetap terlindungi selama menghadapi musim kemarau 2026(Torop Pers)