Berita Daerah

Bupati Vickner Sinaga: Guru Harus Punya Jiwa Kepemimpinan

48
×

Bupati Vickner Sinaga: Guru Harus Punya Jiwa Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

DAIRI – Pertemuan antara Bupati Dairi Vickner Sinaga dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Dairi berlangsung hangat dan penuh makna. Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju rencana pelaksanaan konferensi luar biasa PGRI menjelang berakhirnya masa kepemimpinan pengurus lama yang dipimpin Jolenta Haloho, yang telah berakhir sejak tahun 2024.


Pertemuan yang digelar di ruang rapat Bupati Dairi, Selasa (14/4/2026), turut dihadiri Asisten Pemerintahan Agel Siregar, Staf Ahli Bupati Ruspal Simarmata, Kepala Dinas Pendidikan Jaspin Sihombing, serta sejumlah pengurus PGRI tingkat kabupaten dan kecamatan. Pertemuan tersebut membahas rencana pembentukan kepengurusan baru PGRI Kabupaten Dairi periode 2025–2030.

Agenda pertemuan tidak hanya membahas persoalan teknis organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Dairi.

Dalam sambutannya, Bupati Vickner Sinaga menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan (leadership) yang adaptif dan visioner di kalangan guru, terutama di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin di ruang kelas dan di tengah masyarakat. Kepemimpinan itu harus mampu menginspirasi, bukan sekadar mengarahkan. Sebagai mitra pemerintah, PGRI harus mampu menunjukkan jiwa kepemimpinan tersebut,” ujar Vickner.

Ia menegaskan bahwa konferensi luar biasa yang direncanakan harus menjadi momentum pembaruan organisasi, bukan sekadar pergantian struktur kepengurusan.

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan di tubuh PGRI harus melahirkan figur-figur yang memiliki integritas, komitmen, serta keberanian untuk berinovasi dalam memajukan dunia pendidikan.

Lebih lanjut, Vickner juga menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis keteladanan. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga nilai-nilai kepemimpinan harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Anak-anak tidak hanya mendengar apa yang kita ajarkan, tetapi juga meniru apa yang kita lakukan. Di situlah letak kepemimpinan sejati seorang guru. Guru juga harus mampu menjadi penyampai pesan kepada masyarakat tentang berbagai pembangunan yang telah dilakukan pemerintah. Guru adalah profesi mulia, karena itu milikilah jiwa kepemimpinan tersebut,” tambahnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi konsolidasi organisasi PGRI Kabupaten Dairi sekaligus memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam pembangunan pendidikan di daerah tersebut. (CN)