Berita Daerah

Bupati Simalungun Panen Raya Cabai Lokal Siboras

65
×

Bupati Simalungun Panen Raya Cabai Lokal Siboras

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, melaksanakan panen raya Cabai Merah Varietas Lokal Siboras di Nagori Siboras, Kecamatan Pematang Silimahuta, Sumatera Utara, Jumat (10/7/2026).

Panen raya tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan Cabai Lokal Siboras sebagai salah satu varietas unggulan asli Kabupaten Simalungun yang memiliki produktivitas tinggi dan berpotensi meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anton Achmad Saragih mengaku bangga atas keberhasilan para petani mengembangkan varietas cabai lokal yang dinilai memiliki kualitas unggul dan daya saing tinggi.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras para petani. Cabai Lokal Siboras memiliki potensi yang luar biasa. Tanamannya dapat tumbuh hingga sekitar dua meter dengan masa panen mencapai satu tahun. Potensi pertanian seperti ini harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujar Bupati.

Menurutnya, keberhasilan budidaya Cabai Lokal Siboras membuktikan bahwa Kabupaten Simalungun memiliki sumber daya pertanian yang mampu bersaing dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Pemerintah Kabupaten Simalungun, lanjut Bupati, akan terus mendorong pengembangan komoditas hortikultura unggulan melalui peningkatan pendampingan kepada petani, penguatan akses sarana produksi pertanian, serta perluasan promosi hasil pertanian daerah.

“Kita akan memperkenalkan Cabai Lokal Siboras ini lebih luas agar semakin banyak petani di Kabupaten Simalungun yang membudidayakannya. Selain memiliki kualitas yang baik, komoditas ini juga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Bupati berharap sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani terus diperkuat sehingga sektor pertanian Kabupaten Simalungun semakin maju, produktif, berdaya saing, serta mampu menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, petani Cabai Lokal Siboras, Rando Jawak, menjelaskan bahwa varietas tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan varietas lainnya. Dengan perawatan dan pemupukan yang optimal, tinggi tanaman dapat mencapai sekitar dua meter.

Ia menyebutkan, tanaman mulai memasuki masa panen pada usia sekitar 145 Hari Setelah Tanam (HST) dan mampu berproduksi hingga satu tahun dengan frekuensi panen setiap minggu.
“Dalam satu hektare terdapat sekitar 14.000 batang tanaman cabai.

Produktivitasnya dapat mencapai rata-rata tiga ton per hektare setiap minggu selama masa panen apabila pemeliharaan dilakukan secara optimal,” jelas Rando.

Meski demikian, Rando berharap pemerintah dapat membantu mengatasi keterbatasan ketersediaan pupuk non-subsidi yang sangat dibutuhkan petani hortikultura, khususnya untuk budidaya cabai dan jeruk.

“Kami berharap ketersediaan pupuk non-subsidi dapat lebih mudah diperoleh karena tanaman cabai dan jeruk sangat bergantung pada pupuk tersebut untuk menjaga kualitas dan produktivitas hasil panen,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Rando juga mempraktikkan teknik pemanenan cabai yang baik dan benar kepada Bupati beserta rombongan. Menurutnya, cara panen yang tepat akan menjaga kualitas buah, mempertahankan produktivitas tanaman, sekaligus memperpanjang masa panen sehingga hasil yang diperoleh petani tetap optimal.(Ril)