Nasional

Wabup Samosir Pelajari Strategi KEK Bali untuk Perkuat Pariwisata Danau Toba

67
×

Wabup Samosir Pelajari Strategi KEK Bali untuk Perkuat Pariwisata Danau Toba

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, mengikuti kegiatan site visit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bali pada 11–13 Mei 2026 guna mendukung penyusunan kajian peluang KEK di kawasan Danau Toba. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Samosir menyerap praktik terbaik pengembangan pariwisata dan ekonomi kawasan.

Kegiatan yang dipelopori Bank Indonesia Perwakilan Sibolga itu turut diikuti sejumlah pemerintah daerah di kawasan Danau Toba. Dua daerah yang menjadi tujuan utama kunjungan yakni Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli, Bali.

Dalam Forum Group Discussion bersama Wakil Bupati Gianyar, rombongan memperoleh berbagai masukan terkait keberhasilan pengembangan pariwisata daerah. Sejumlah narasumber memaparkan strategi penguatan destinasi wisata, promosi berkelanjutan, penataan kawasan budaya, hingga kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

Bali dinilai sukses membangun daya tarik wisata berbasis budaya, alam, desa adat, dan desa wisata agro. Selain itu, dukungan konektivitas penerbangan langsung dari berbagai negara menjadi faktor penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Ariston mengatakan, banyak pengalaman dan strategi dari Bali yang dapat diadaptasi untuk pengembangan kawasan Danau Toba, khususnya dalam aspek promosi, penataan ruang, dan penguatan identitas destinasi wisata.

“Pengembangan kawasan Danau Toba harus berbasis potensi masing-masing daerah. Tidak bisa seragam. Setiap kabupaten memiliki keunggulan yang perlu dipetakan dan diperkuat,” ujar Ariston.

Menurutnya, kawasan Danau Toba membutuhkan zonasi yang jelas, mulai dari wisata budaya, agrowisata, wisata alam, hingga hiburan berbasis kearifan lokal. Ia juga menekankan pentingnya promosi rutin dan penguatan branding kawasan guna meningkatkan daya saing destinasi.

“Kita ingin Danau Toba tumbuh menjadi destinasi kelas dunia, tetapi tetap menjaga budaya Batak, kelestarian lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, saat berada di Kabupaten Bangli, rombongan diterima langsung pemerintah daerah setempat dan mempelajari pengembangan ekonomi berbasis pertanian, peternakan, serta pengelolaan kawasan sekitar Danau Batur.

Pemerintah Bangli dinilai berhasil mendorong kepatuhan pelaku usaha melalui pendampingan perizinan dan peningkatan kesadaran pajak. Selain itu, keterlibatan hukum adat dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan juga menjadi perhatian rombongan.

Ariston menilai pendekatan yang diterapkan Bangli sangat relevan untuk kawasan Danau Toba. Menurutnya, pengembangan ekonomi kawasan tidak harus sepenuhnya bertumpu pada sektor pariwisata.

“Ada daerah yang kuat di sektor pertanian, perikanan, UMKM, maupun peternakan. Jika semuanya saling terhubung, maka ekosistem ekonomi kawasan Danau Toba akan semakin kokoh,” ujarnya.

Ia berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan strategis dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Samosir serta kawasan Danau Toba secara menyeluruh.(Ril)