Nasional

Wesly Bahas Program Pendidikan Bersama UNICEF dan Tanoto Foundation

183
×

Wesly Bahas Program Pendidikan Bersama UNICEF dan Tanoto Foundation

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, didampingi Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, menerima kunjungan perwakilan United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan Tanoto Foundation di ruang kerja wali kota, lantai II Balai Kota Pematangsiantar, Rabu (04/03/2026).

Dari UNICEF hadir Yuanita Marini Nagel (Education Officer) dan Moh Adi Amirudin (Education Data Analyst). Sementara dari Tanoto Foundation hadir Medi Yusra (Regional Lead), Bobby Widianto (Strengthening System Unit), Mesri Gultom (Project Management Lead), dan Mutazar (Communication Specialist).

Dalam pertemuan tersebut, Wesly memaparkan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam mewujudkan visi “Cerdas” melalui penguatan sektor pendidikan. Salah satu program yang telah berjalan adalah bimbingan belajar tambahan bagi siswa SD dan SMP.

“Program bimbingan belajar tingkat SD dan SMP ini menggunakan dana CSR Bank Sumut Cabang Pematangsiantar, bekerja sama dengan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP),” jelas Wesly.

Saat ini, sebanyak 15 siswa mengikuti program tersebut dengan fokus mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Indonesia.

Wesly menegaskan, Pemko menargetkan menghidupkan kembali citra Pematangsiantar sebagai Kota Pendidikan unggulan di Provinsi Sumatera Utara. Untuk itu, tengah dilakukan uji coba Program Sekolah Bilingual di tingkat SD serta pengembangan sekolah unggulan.

“Kami ingin meningkatkan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di TK, PAUD, SD, dan SMP Negeri di Pematangsiantar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wesly juga mengusulkan integrasi program sekolah bilingual dengan Program FAASTER. Pemko, lanjutnya, siap menyiapkan infrastruktur digital serta memohon dukungan tambahan materi pembelajaran digital, khususnya untuk literasi dan numerasi.

“Kami menyambut baik Program FAASTER karena selaras dengan visi misi peningkatan kualitas pendidikan di Pematangsiantar,” katanya.

Sementara itu, Yuanita Marini Nagel menjelaskan, Program FAASTER yang diinisiasi UNICEF bersama Tanoto Foundation bertujuan meningkatkan keterampilan dasar literasi dan numerasi siswa kelas I dan II (Fase A) melalui pengambilan keputusan berbasis bukti oleh pendidik dan pembuat kebijakan.

Program riset tersebut menggunakan metode perbandingan antara sekolah intervensi dan sekolah kontrol guna mengevaluasi dampak praktik mengajar guru serta pemanfaatan asesmen berbasis teknologi.

“Durasi program berlangsung dari Oktober 2025 hingga Desember 2029,” terangnya.

Ia menambahkan, sasaran program difokuskan pada SD Negeri dengan capaian Rapor Pendidikan kategori “Merah” dan “Kuning”. Secara nasional, cakupan program meliputi 500 sekolah di sejumlah wilayah.

Di Sumatera Utara, program mencakup Kota Medan dan Kota Pematangsiantar; Jawa Tengah di Kabupaten Tegal; Jawa Timur di Kota Batanghari; serta Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.

Yuanita juga menyampaikan bahwa peluncuran program akan dilaksanakan pada 9 April 2026 di Jakarta dan berharap kehadiran Wali Kota Wesly Silalahi dalam agenda tersebut.(Ril)