SIMALUNGUN – Keluhan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi, kebutuhan pembangunan jalan rabat beton hingga menurunnya debit air Bendungan Bah Lombut mencuat dalam kegiatan Reses I Tahun Sidang III Tahun 2026–2027 Anggota DPRD Sumatera Utara Dasa M. Sinaga, S.E., di Huta Parmonangan, Kelurahan Hutabayu Raja, Kecamatan Hutabayu Raja, Simalungun, Kamis, 24 September 2026.

Kegiatan reses Daerah Pemilihan (Dapil) X Pematangsiantar–Simalungun tersebut dihadiri Camat Hutabayu Raja Donni Sinaga, lurah, serta ratusan masyarakat yang menyampaikan langsung berbagai persoalan dan kebutuhan di wilayah tersebut.
Camat Hutabayu Raja Donni Sinaga mengatakan, kegiatan reses menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi, sekaligus mencari solusi agar persoalan tersebut dapat diperjuangkan ke tingkat provinsi.
“Silakan sampaikan uneg-uneg supaya bisa dibawa ke provinsi. Di sini waktunya untuk menyampaikan apa yang menjadi kendala dan kelemahan kita agar ke depan bisa diperbaiki dan masyarakat semakin maju,” ujar Donni.
Salah seorang warga, P. Manurung, mengungkapkan persoalan pupuk masih menjadi kendala utama bagi petani. Menurutnya, pupuk yang dibutuhkan petani sering kali tidak tersedia ketika warga mendatangi kios.
“Kendala utama petani adalah pupuk yang selalu terbatas. Datang ke kios, pupuk sudah habis. Kami bingung harus mencari pupuk ke mana untuk warga Hutabayu Raja,” keluhnya.
Keluhan lainnya disampaikan S. Manurung yang meminta perhatian terhadap kondisi Jalan Pendidikan di lingkungan Huta Parmonangan. Ia berharap jalan tersebut dapat dibangun dengan rabat beton karena sangat dibutuhkan masyarakat dalam mendukung aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, Golang Harianja meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi Bendungan Bah Lombut. Ia menyebut debit air di bendungan tersebut terus menurun setiap tahun, padahal sumber air itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah nagori.
“Kami meminta agar Bendungan Bah Lombut segera diperbaiki dan dibangun agar debit airnya bertambah. Bendungan ini sangat vital karena digunakan oleh beberapa nagori,” ujar Golang.
Selain persoalan infrastruktur dan air, Golang juga meminta agar pupuk SP-36 kembali mendapatkan subsidi sehingga petani tidak semakin terbebani dengan kebutuhan biaya produksi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Lurah Hutabayu Raja menyampaikan bahwa masyarakat perlu melengkapi usulan dengan proposal agar dapat segera diteruskan kepada dinas terkait.
Camat Hutabayu Raja juga menyebut pihak kecamatan telah membuat proposal terkait kebutuhan pembangunan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Komisi III DPR RI.
Dasa M. Sinaga mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki. Terkait Jalan Pendidikan, ia meminta komunikasi dengan pihak kecamatan terus dilakukan agar kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti.
“Semoga kita bisa lebih fokus ke Hutabayu Raja. Untuk Jalan Pendidikan, kita akan komunikasikan dengan camat agar dapat ditindaklanjuti,” kata Dasa.
Terkait permintaan pembangunan dan perbaikan bendungan, Dasa mengatakan persoalan tersebut membutuhkan intervensi pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Ia menyatakan akan memberikan perhatian serius karena menyangkut ketersediaan air bagi masyarakat.
“Bendungan ini harus ada intervensi dari kementerian. Kita akan serius mengupayakannya, mengingat debit air yang semakin berkurang,” ujarnya.
Sedangkan mengenai pupuk bersubsidi, Dasa mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengetahui persoalan ketersediaan dan distribusinya.
Dasa kemudian menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dan menyampaikan aspirasi secara langsung. Ia berharap masyarakat tetap diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga dapat kembali bertemu dalam kegiatan-kegiatan berikutnya.
Sebelumnya, Dasa M. Sinaga juga telah melaksanakan kegiatan reses di Nagori Silakkidir, Kecamatan Hutabayu Raja.(741t)





