Berita Daerah

Wali Kota Pematangsiantar Panen Perdana Cabai Program Contract Farming

95
×

Wali Kota Pematangsiantar Panen Perdana Cabai Program Contract Farming

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR– Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman melakukan panen perdana cabai merah melalui Program Contract Farming di Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kamis (12/03/2026) pagi.

Lahan yang dipanen merupakan milik petani setempat, Kampi­un Siagian.
Wesly menyampaikan, panen perdana tersebut bukan sekadar hasil dari proses budidaya pertanian, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan dunia usaha dalam membangun sektor pertanian yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.


“Program Contract Farming memberikan kepastian pasar bagi para petani, memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha, serta mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih terencana dan produktif. Dengan pola kerja sama seperti ini, petani tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki jaminan pemasaran serta stabilitas harga,” ujar Wesly.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam keberhasilan program tersebut.

“Kepada para petani, saya berharap panen perdana ini menjadi langkah awal yang baik untuk pengembangan Program Contract Farming yang lebih luas ke depannya,” tambahnya.

Di sela-sela kegiatan memetik cabai, Wesly dan Ny Liswati juga memuji hasil panen yang dinilai cukup baik, didukung oleh kondisi tanah yang subur di wilayah tersebut.

Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi berharap hasil panen para petani cabai dapat turut membantu mengendalikan inflasi di Kota Pematangsiantar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menjelaskan, peningkatan produksi cabai melalui program tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasaran sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan produksi yang meningkat dan harga jual yang stabil, diharapkan kesejahteraan petani semakin baik serta inflasi dapat tetap terkendali,” katanya.
Ahmadi menambahkan, melalui kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar serta arahan dari Wali Kota Wesly Silalahi, stabilitas inflasi di Kota Pematangsiantar diharapkan tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat juga dapat dipertahankan.

Sebelumnya, petani cabai Kampi­un Siagian menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wali Kota Pematangsiantar bersama jajaran dan pihak Bank Indonesia ke lahan pertanian miliknya.

“Baru kali ini Bapak Wali Kota dan Kepala BI Pematangsiantar datang langsung ke ladang petani di Kelurahan Setia Negara. Ini menjadi perhatian yang sangat luar biasa bagi kami para petani,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi para petani, terutama terkait keterbatasan modal dan peralatan pertanian.

“Kelangkaan cabai dan inflasi bukan karena cabai tidak bisa tumbuh di Pematangsiantar, tetapi lebih karena keterbatasan modal. Selain itu, alat pertanian juga masih sangat minim.

Kami bahkan belum memiliki cultivator untuk membuat bedengan. Harapan kami, pemerintah dapat membantu penyediaan alat pertanian bagi para petani,” tuturnya.

Kampi­un menambahkan, menjelang Hari Raya Idulfitri, harga cabai di pasaran saat ini relatif stabil dan masih terkendali.

Ia juga mengungkapkan rencana para petani untuk membentuk asosiasi petani cabai guna memperkuat kerja sama serta menjaga ketersediaan stok cabai di Kota Pematangsiantar.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar Drs Legianto Pardamean Manurung MSP menjelaskan, pada tahun sebelumnya cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Kota Pematangsiantar.

Melalui pelaksanaan Program Contract Farming dengan para petani cabai merah di Kota Pematangsiantar, diharapkan ketergantungan pasokan cabai dari daerah luar dapat dikurangi.

“Dengan program ini, kita berharap petani cabai merah semakin sejahtera, harga cabai tetap stabil, dan inflasi di Kota Pematangsiantar dapat terkendali,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman cabai merah melalui Program Contract Farming tidak terlepas dari dukungan Wali Kota Pematangsiantar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan inflasi.

“Dan hari ini kita melaksanakan panen perdana cabai merah di lahan milik Bapak Kampiun Siagian seluas 2,5 rante,” jelas Pardamean.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE MM, Kabag Perekonomian dan SDA Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSi, jajaran TP PKK Kota Pematangsiantar dan TP PKK Kecamatan, jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, jajaran Kecamatan Siantar Sitalasari, serta para lurah(Ril)