Berita Daerah

Vandiko Gultom Terima Hibah Aset Rp22,8 Miliar dari Kementerian PU

104
×

Vandiko Gultom Terima Hibah Aset Rp22,8 Miliar dari Kementerian PU

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam membangun sektor pariwisata yang berdaya saing sekaligus menjaga kelestarian lingkungan kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menerima hibah aset senilai lebih dari Rp22,8 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara.

Serah terima aset tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Bupati Samosir dan Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, di Kantor BPBPK Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja Km 7 Nomor 99, Harjosari II, Medan, Rabu (17/6/2026).

Aset yang dihibahkan meliputi pembangunan Penataan Kawasan Sibea-bea Tahap II Tahun Anggaran 2024 dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2023–2024. Penyerahan aset ini menandai selesainya pelaksanaan pembangunan oleh Kementerian PU dan resmi menjadi aset milik Pemerintah Kabupaten Samosir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rudimanto Limbong, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Golfried Harianja, Kabid Aset Pangondian Limbong, serta Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa penyerahan hibah tersebut bukan sekadar proses administratif, melainkan bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong transformasi pembangunan di Kabupaten Samosir.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan saat ini mengintegrasikan sektor pariwisata, infrastruktur, dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Kawasan Sibea-bea Tahap II melengkapi pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya. Kami melihat langsung bahwa seluruh pekerjaan telah selesai dengan baik. Kawasan ini akan semakin indah, semakin lengkap, dan semakin memperkuat posisinya sebagai ikon pariwisata Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan wisata tidak hanya berorientasi pada keindahan fisik, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan, tumbuhnya UMKM, dan berkembangnya sektor ekonomi kreatif.

Selain fokus pada sektor pariwisata, Vandiko juga menaruh perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung kualitas hidup masyarakat. Kehadiran IPLT, menurutnya, menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Untuk pertama kalinya Kabupaten Samosir memiliki IPLT. Fasilitas ini akan membantu pengelolaan limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan, sehingga kebersihan dan kelestarian kawasan Danau Toba dapat terus terjaga,” katanya.

Vandiko juga mengapresiasi dukungan Kementerian PU yang telah merealisasikan berbagai usulan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Samosir. Ia berharap sinergi tersebut terus berlanjut demi mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Balai, Kasatker, PPK, dan seluruh jajaran Kementerian PU yang sejak awal menerima usulan kami. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk melengkapi kebutuhan pembangunan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk memenuhi seluruh kewajiban administrasi dan dokumen pendukung guna mempercepat realisasi program-program pembangunan berikutnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas aset negara yang telah dihibahkan, Vandiko meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk menjaga, merawat, dan mengoptimalkan pemanfaatan aset tersebut demi kepentingan masyarakat.

“Setelah serah terima, seluruh OPD terkait harus menjaga dan merawat aset yang telah dibangun. Aset ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, menyampaikan bahwa hibah aset Penataan Kawasan Sibea-bea Tahap II dan IPLT Kabupaten Samosir dengan total nilai lebih dari Rp22,8 miliar menjadi penanda selesainya seluruh rangkaian pembangunan yang dilaksanakan Kementerian PU.

Yenni berharap seluruh aset tersebut dapat dikelola secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama Pemerintah Kabupaten Samosir selama proses pembangunan hingga serah terima aset.

“Dengan serah terima ini, kami berharap aset yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada pengelolaan dan pemeliharaan yang dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.

Hibah aset senilai Rp22,8 miliar ini tidak hanya menambah nilai infrastruktur di Kabupaten Samosir, tetapi juga menjadi simbol semakin kuatnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mewujudkan daerah wisata yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing.(Ril)