TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor perikanan. Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., meninjau UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Kecamatan Purbatua, Selasa (8/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati menekankan pentingnya BBI Purbatua menjadi showcase atau laboratorium percontohan budidaya ikan air tawar yang dapat dipelajari dan diterapkan masyarakat.

Menurutnya, percontohan tersebut harus dilengkapi dengan perhitungan yang transparan, mulai dari kebutuhan benih, pakan, luas lahan hingga estimasi hasil produksi. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui potensi usaha secara nyata dan mereplikasi pola budidaya tersebut secara mandiri.
“Pemerintah daerah tidak hadir untuk bersaing dengan masyarakat dalam penyediaan ikan. Tujuan utama kita adalah memberikan semangat dan mendampingi warga agar terdorong membuka usaha di bidang perikanan. Tingkat keberhasilan ketahanan pangan sektor perikanan diukur dari seberapa banyak masyarakat yang berhasil dan mandiri berusaha,” ujar Deni.
Selain itu, Wakil Bupati mendorong inovasi pengembangan perikanan air tawar dengan memanfaatkan aliran sungai melalui sistem sekat atau kotak penampungan.
Menurutnya, konsep tersebut dapat dikembangkan sebagai sarana percontohan praktis sehingga masyarakat dapat melihat, mempelajari, sekaligus mencoba metode budidaya ikan secara langsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Utara, SEY Pasaribu, melaporkan bahwa pihaknya saat ini mengelola tiga lokasi instalasi perikanan, yakni di Sarulla, Purbatua, dan Silangkitang.
Khusus BBI Purbatua, terdapat 31 petak kolam yang difokuskan untuk proses pembesaran ikan.
“Kondisi kolam pada Januari lalu sempat kosong pascabencana pada November sebelumnya. Namun, sejak Februari pengelolaan kembali berjalan dengan mengambil benih dari instalasi Sarulla untuk pembibitan, sedangkan BBI Purbatua difokuskan pada tahap pembesaran,” jelas SEY Pasaribu.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BBI Purbatua, S.P. Sinaga, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 45.000 ekor ikan yang dibudidayakan. Tiga kolam di antaranya telah siap memasuki masa panen dengan ukuran sekitar tiga ekor per kilogram.
Pemkab Tapanuli Utara berharap optimalisasi fungsi BBI tidak hanya meningkatkan produksi perikanan daerah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan percontohan bagi masyarakat.
Melalui penguatan pendampingan dan inovasi budidaya tersebut, pemerintah daerah optimistis sektor perikanan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan pembudi daya ikan, serta memperkuat kemandirian pangan Tapanuli Utara secara berkelanjutan.(Torop Pers)





