Berita Daerah

Dua Bendung Rusak Diterjang Banjir, BPBD Simalungun Turun Tinjau

105
×

Dua Bendung Rusak Diterjang Banjir, BPBD Simalungun Turun Tinjau

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun terus berupaya mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan dengan memastikan infrastruktur irigasi tetap berfungsi optimal.

Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan meninjau dua bendung irigasi yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Senin (7/9/2026).

Dua bendung yang mengalami kerusakan yakni Bendung Tanjung Marihat yang melayani irigasi lahan persawahan sekitar 66 hektare dan Bendung Kampung Baru Hilir yang mengairi areal pertanian seluas kurang lebih 85,6 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, turun langsung meninjau kondisi kedua bendung yang berada di wilayah Nagori Sei Merbau, Kecamatan Ujung Padang.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung tingkat kerusakan sekaligus memetakan dampaknya terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan warga.

Kerusakan bendung dikhawatirkan mengganggu pasokan air ke areal pertanian. Kondisi ini berpotensi menghambat proses pengolahan lahan dan berdampak terhadap produktivitas hasil pertanian masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Simalungun terus berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan masyarakat, terutama para petani. Infrastruktur irigasi merupakan penopang utama produktivitas pertanian dan kunci terwujudnya ketahanan pangan yang kokoh bagi kita semua,” ujar Budiman saat berada di lokasi peninjauan.

Menurutnya, hasil pemeriksaan di lapangan akan menjadi bahan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan serta rencana perbaikan yang tepat.

“Kerusakan yang terjadi harus segera ditindaklanjuti agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat kembali terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang petani setempat, Muda Bakkara, berharap kerusakan kedua bendung tersebut segera diperbaiki. Pasalnya, selama saluran irigasi belum berfungsi normal, petani terpaksa menggunakan mesin pompa untuk mengairi persawahan.

Penggunaan mesin pompa tersebut menambah beban biaya operasional petani. Untuk lahan seluas sekitar 2.400 meter persegi, mereka harus mengeluarkan biaya bahan bakar Pertalite sekitar Rp120.000 setiap kali melakukan pengairan atau pengolahan tanah.

“Ini tentu menjadi beban tambahan yang berat bagi kami. Kami berharap kedua bendung ini segera diperbaiki agar kami bisa kembali mengelola lahan dengan tenang dan biaya yang lebih hemat,” ungkap Muda.

Dalam peninjauan tersebut, Budiman juga menyempatkan diri menyapa para petani yang sedang beraktivitas di areal persawahan. Ia turut melihat langsung penggunaan mesin pompa air yang dimanfaatkan petani untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan.

Pemkab Simalungun menegaskan akan menindaklanjuti kondisi tersebut guna memulihkan fungsi jaringan irigasi, menjamin ketersediaan air bagi areal persawahan, serta menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat di Kecamatan Ujung Padang.(Ril)