Berita Daerah

Tim INAFIS Polres Simalungun Ungkap Kematian IRT yang Ditemukan Membusuk di Rumah

77
×

Tim INAFIS Polres Simalungun Ungkap Kematian IRT yang Ditemukan Membusuk di Rumah

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Warga Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, digegerkan dengan penemuan seorang ibu rumah tangga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dalam kondisi tubuh mulai membusuk, Jumat (15/5/2026).

Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Polsek Gunung Malela bersama Tim INAFIS Polres Simalungun bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kematian korban secara profesional dan terukur.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi sekira pukul 12.34 WIB menjelaskan, penanganan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Simalungun dalam memberikan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional kepada masyarakat.

“Begitu menerima laporan adanya penemuan mayat, personel Polsek Gunung Malela langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Simalungun untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh,” ujar AKP Verry Purba.

Korban diketahui bernama Sarpina Sinaga (44), seorang ibu rumah tangga yang tinggal seorang diri di Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela.

Penemuan jasad korban bermula dari rasa curiga tetangga sekaligus sahabat dekat korban, Asniroya Saragih (55), karena korban tidak terlihat selama dua hari berturut-turut tanpa memberi kabar seperti biasanya.

“Biasanya korban datang ke rumah saya setiap malam. Kalau tidak datang, dia selalu memberi tahu. Karena sudah dua hari tidak terlihat, saya meminta suami saya mengecek ke rumahnya,” ungkap Asniroya kepada petugas.

Suami Asniroya, Maruli Purba (60), kemudian mendatangi rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter dari kediamannya. Saat tiba di lokasi, lampu rumah masih menyala, namun tidak ada jawaban ketika korban dipanggil.

Karena curiga, Maruli mengintip melalui jendela kaca depan rumah dan melihat korban dalam posisi duduk di kursi tanpa bergerak. Ia kemudian memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan.

Warga yang datang mendapati seluruh pintu rumah terkunci dari dalam. Salah seorang warga, Mulia Susiratno, akhirnya berhasil masuk melalui celah pintu samping rumah dan membuka pintu utama.

Saat diperiksa, korban ditemukan dalam posisi duduk di bangku plastik di ruang tamu dengan kondisi tubuh mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada aparat nagori dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Personel Polsek Gunung Malela yang dipimpin IPDA B. Situngkir, SH bersama sejumlah personel langsung mengamankan lokasi. Tim INAFIS Polres Simalungun yang terdiri dari AIPDA Owen Saragih dan AIPDA Sujid Saputra turut melakukan olah TKP secara detail dan sistematis.

“Tim INAFIS melakukan identifikasi secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian korban dapat diketahui secara ilmiah dan akuntabel,” tambah AKP Verry Purba.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar guna dilakukan visum luar oleh tim dokter forensik yang dipimpin dr. Joko Arianto, M.Ked(For), Sp.FM.

Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit hipertensi yang dideritanya. Diperkirakan korban telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan warga.

“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Situasi di lokasi juga aman dan kondusif,” pungkas AKP Verry Purba.

Polres Simalungun turut mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi tetangga, khususnya warga yang tinggal sendirian, sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mencegah kejadian serupa terlambat diketahui.(Ril/Wen)