Berita Daerah

Skrining TB Terintegrasi CKG Jangkau Warga Jawa Maraja

55
×

Skrining TB Terintegrasi CKG Jangkau Warga Jawa Maraja

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Kesehatan melaksanakan skrining Tuberkulosis (TB) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pangulu Jawa Maraja tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Skrining dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap warga yang diduga menderita TB, khususnya mereka yang memiliki kontak erat atau tinggal serumah dengan penderita maupun yang memiliki gejala dan faktor risiko penularan TB.

Tim Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Jawa Maraja melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan, di antaranya pengecekan gula darah, tekanan darah, asam urat serta pengambilan sampel dahak bagi warga yang terduga TB untuk diperiksa melalui Tes Cepat Molekuler (TCM).

Selain pemeriksaan, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai penyebab, cara penularan, gejala, serta langkah pencegahan TB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun sekaligus Ketua Tim Skrining TB Terintegrasi CKG, Rosman Saragih, SKM, MKM, menjelaskan bahwa deteksi dini penting dilakukan untuk mencegah penularan dan menekan risiko kesakitan maupun kematian akibat TB.

Menurut Rosman, penularan bakteri TB dapat terjadi melalui percikan droplet dari penderita. Risiko penularan lebih tinggi bagi masyarakat yang tinggal serumah atau sering berinteraksi erat dengan penderita, terutama di lingkungan padat dan kurang sehat.

Ia menyebut sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, antara lain batuk berkepanjangan selama dua minggu atau lebih, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, kehilangan nafsu makan, berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas, serta tubuh terasa lemas secara terus-menerus.

“Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Rosman.

Kelompok yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terpapar TB antara lain perokok aktif, anak-anak, lanjut usia, penderita diabetes, serta penderita HIV. Risiko juga meningkat pada lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi dan kondisi sanitasi maupun kesehatan lingkungan yang kurang baik.

Rosman menegaskan bahwa TB dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur dan disiplin. Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan bakteriologis maupun pemeriksaan rontgen (X-ray). Pasien yang dinyatakan positif TB wajib mengonsumsi obat sesuai petunjuk tenaga medis hingga pengobatan dinyatakan tuntas.

“Jangan ragu, apalagi bimbang. TB bukan penyakit yang tidak bisa diobati. TB dapat disembuhkan. Mari kita bekerja sama untuk lebih sehat. Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS-TB),” tegasnya.

Selain skrining TB, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai penyakit tidak menular. Masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 90 warga mengikuti skrining TB. Dari jumlah itu, 37 orang dinyatakan sebagai terduga TB dan selanjutnya menjalani pemeriksaan sampel dahak secara bakteriologis menggunakan TCM.

Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun juga telah menyiapkan tim yang akan melaksanakan skrining di 228 titik lokasi di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun. Sasaran kegiatan mencakup berbagai lokasi, mulai dari lembaga pemasyarakatan hingga lingkungan permukiman masyarakat, sebagai upaya memperluas jangkauan deteksi dini TB.(Ril)