Berita Daerah

Program Sumut Berkah, Petani Samosir Terima Bantuan Bibit Cabai dan Bawang

72
×

Program Sumut Berkah, Petani Samosir Terima Bantuan Bibit Cabai dan Bawang

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Upaya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom secara langsung menyerahkan bantuan bibit dan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Senin (13/4/2026).

Bantuan untuk pengembangan cabai merah seluas 4 hektare diberikan kepada Kelompok Tani Marlundu di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian. Bantuan yang disalurkan meliputi benih cabai sebanyak 40 bungkus, pupuk kompos 16 ton, pupuk NPK 800 kilogram, pupuk organik cair 40 liter, serta 80 roll mulsa plastik.

Sementara itu, bantuan untuk pengembangan bawang merah seluas 3 hektare diberikan kepada Kelompok Tani Hasil Nagabe di Desa Suhutnuhuta Pardomuan, Kecamatan Palipi. Bantuan tersebut berupa 3 ton benih bawang merah, pupuk kompos 12 ton, pupuk organik cair 30 liter, serta pupuk NPK 600 kilogram.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Program ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah untuk menjawab kebutuhan petani. Anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah,” ujar Vandiko.

Ia juga mengingatkan para petani agar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal dan tidak menyalahgunakannya.

“Bibit dan pupuk sudah lengkap. Kami berharap semuanya benar-benar ditanam dan dimanfaatkan. Jangan sampai bantuan ini tidak digunakan atau bahkan diperjualbelikan,” tegasnya.

Vandiko memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir siap memberikan pendampingan kepada para petani agar program tersebut berjalan maksimal.

“Jangan segan meminta bantuan. Pemerintah daerah siap mendampingi kapan saja agar program ini berhasil dan memberi manfaat nyata bagi petani,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara transparan tanpa praktik nepotisme, melainkan berdasarkan usulan dan persyaratan yang telah ditetapkan.

“Cukup daftarkan kelompok tani ke dinas, pastikan memiliki lahan, dan ajukan proposal. Pemerintah akan berupaya mencarikan anggaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan bahwa komoditas cabai merah dan bawang merah merupakan bagian dari program unggulan Gubernur Sumatera Utara dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan komoditas tersebut, selain komoditas jagung.

“Program ini telah melalui proses perencanaan bersama antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Bahkan, Samosir menjadi salah satu daerah yang mendapatkan beberapa program sekaligus dari Sumut Berkah,” jelas Tumiur.

Ia menambahkan bahwa hasil panen dari program tersebut nantinya akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui skema nota kesepahaman, termasuk dalam hal penetapan harga.

“Harapannya, kualitas dan hasil panen petani dapat meningkat serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, petugas penyuluh lapangan (PPL) akan melakukan pendampingan secara langsung kepada kelompok tani penerima bantuan. Untuk Kelompok Tani Hasil Nagabe, penanaman bawang merah direncanakan mulai Juni 2026.

Ketua Kelompok Tani Hasil Nagabe Maruasi Situmorang menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Samosir atas perhatian kepada petani. Bantuan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Marlundu yang berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani di daerahnya.

“Semoga program ini membawa kemajuan bagi kelompok tani kami dan meningkatkan hasil pertanian,” ucapnya. ( Ril)