Berita Daerah

Bupati Samosir Serahkan 4 Ton Benih Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Pangan

67
×

Bupati Samosir Serahkan 4 Ton Benih Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat pengembangan komoditas bawang putih sebagai salah satu unggulan sektor pertanian. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan 4 ton benih bawang putih beserta sarana produksi pertanian kepada dua kelompok tani di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Selasa (28/7/2026).

Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu diserahkan langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, sebagai bagian dari upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas bawang putih.

Adapun bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Hariara Makmur untuk pengembangan lahan seluas 1 hektare dan Kelompok Tani Saut Tani seluas 4 hektare, sehingga total areal tanam mencapai 5 hektare. Selain benih bawang putih, para petani juga menerima 50 rol mulsa, pupuk ZA sebanyak 1,75 ton, pupuk SP-36 sebanyak 1,75 ton, pupuk KCL sebanyak 2 ton, serta lima paket pestisida untuk mendukung keberhasilan budidaya.

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko mengatakan bantuan tersebut merupakan bukti nyata perhatian Pemerintah Pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Samosir. Menurutnya, program ini juga menjadi peluang besar bagi daerah untuk ikut mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih.

“Kebutuhan bawang putih di Indonesia mencapai sekitar 600 ribu ton setiap tahun, sementara sekitar 80 persen masih dipenuhi melalui impor. Ini menjadi peluang besar bagi daerah yang memiliki potensi seperti Kabupaten Samosir. Di Sumatera Utara hanya ada tiga kabupaten yang cocok mengembangkan bawang putih, yaitu Humbang Hasundutan, Samosir, dan Pakpak Bharat,” ujar Vandiko.

Ia optimistis, apabila pengembangan bawang putih dilakukan secara serius dan berkelanjutan, komoditas tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memenuhi kebutuhan pasar, baik di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, maupun secara nasional.

“Bawang putih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan manfaatnya sangat banyak, mulai dari kebutuhan konsumsi, kesehatan hingga industri. Karena itu saya mengajak seluruh kelompok tani agar memanfaatkan bantuan ini dengan sungguh-sungguh. Mari kita tanam dengan baik, jangan ragu, program ini harus berhasil. Pemerintah Kabupaten Samosir akan terus memberikan pendampingan kepada petani,” tegasnya.

Vandiko juga mengingatkan agar benih bantuan pemerintah tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan budidaya bawang putih.

“Jangan menjual benih yang diberikan pemerintah. Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok tani. Jika program ini berhasil, tentu akan terus kita dorong pengembangannya. Besar harapan kita suatu saat nanti Bapak Presiden dapat hadir melihat langsung keberhasilan pengembangan bawang putih di Kabupaten Samosir,” tambahnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Samosir, Parluhutan Samosir, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian. Menurutnya, bawang putih merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang memiliki prospek menjanjikan karena menjadi kebutuhan masyarakat setiap hari.

“Bawang putih adalah tanaman emas. Kebutuhannya tinggi dan harga jualnya baik. Harapan kita, bantuan ini tidak hanya berhenti pada penyediaan benih, tetapi mampu menghasilkan produksi yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hariara Makmur, Joni Pasaribu, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kelompoknya. Ia memastikan bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal demi keberhasilan pengembangan bawang putih di wilayahnya.

“Kami akan mengelola bantuan ini dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap terus mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Samosir sehingga kelompok kami dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam pengembangan bawang putih,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi para petani mulai dari proses penanaman hingga panen agar program pengembangan bawang putih berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kementerian Pertanian RI, pengembangan bawang putih diharapkan semakin berkembang sebagai komoditas unggulan daerah yang mampu mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Samosir.(Ril)