Internasional

Prabowo Jajaki Kemitraan Strategis dengan Imperial College London

42
×

Prabowo Jajaki Kemitraan Strategis dengan Imperial College London

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/6/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, khususnya pendidikan kedokteran dan sains, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang mendampingi Presiden dalam pertemuan itu mengatakan, pemerintah dan Imperial College London telah membahas berbagai bentuk kemitraan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan riset nasional.

Menurut Brian, salah satu agenda penting yang dibahas adalah rencana Presiden Prabowo membangun 10 universitas kedokteran dan sains di Indonesia. Dalam program tersebut, Imperial College London diharapkan berperan dalam penyusunan kurikulum, pengembangan standar pengajaran, pelaksanaan riset bersama, hingga penyediaan profesor tamu dari kalangan akademisi internasional.

Kerja sama ini dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi Indonesia. Brian menyebut, reputasi global Imperial College London menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam mendukung transformasi pendidikan nasional.

“Imperial College saat ini merupakan salah satu universitas terbaik dunia. Kolaborasi ini akan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, manfaat kerja sama tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh 10 universitas yang direncanakan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia melalui penguatan jaringan akademik, transfer pengetahuan, dan peningkatan kapasitas riset.

Dengan reputasi Imperial College London sebagai salah satu kampus terbaik dunia di bidang sains dan pendidikan medis, kemitraan ini diharapkan menjadi katalis dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional, sekaligus melahirkan lebih banyak dokter, ilmuwan, dan peneliti Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

(BPMI Setpres)