Example 120x600
Berita Daerah

Polres Simalungun Matangkan Operasi Patuh Toba 2026

72
×

Polres Simalungun Matangkan Operasi Patuh Toba 2026

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Patuh Toba 2026 di Aula Tathya Dharaka, Mako Polres Simalungun, Jalan Jon Horailam Saragih No. 110, Pematang Raya, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., dengan mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”.

Latihan ini diikuti para pejabat utama Polres Simalungun, di antaranya Kabag Ops AKP Tukkar Lungun Simamora, S.H., M.H., Kabag Log KOMPOL Pandapotan Butar Butar, S.H., Kasat Intelkam AKP Tombor Marbun, S.H., Kasat Lantas AKP Friska Susana Suardi, S.H., Kasi Propam AKP Gomgom Silaen, serta perwakilan Kapolsek jajaran, perwira, brigadir, dan ASN.

Saat dikonfirmasi pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, Lat Pra Ops bertujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan personel sebelum melaksanakan tugas di lapangan.

“Lat Pra Ops ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh personel sebelum turun ke lapangan. Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani, termasuk dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib,” ujar Verry.

Ia menjelaskan, Operasi Kewilayahan Patuh Toba 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Seluruh personel yang terlibat, termasuk pelaksana kegiatan dan operator pelaporan, diminta bekerja secara profesional, optimal, dan sesuai ketentuan.

Kapolres menekankan pentingnya perencanaan yang matang, mulai dari penentuan sasaran, metode pelaksanaan, hingga pembagian tugas. Kesiapan personel dan ketepatan pelaksanaan di lapangan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan operasi.

Menurut Verry, personel juga diminta mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui imbauan, edukasi, serta sosialisasi kepada masyarakat. Pengendara diharapkan mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghindari perilaku berkendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Personel di lapangan harus mengedepankan pelayanan yang humanis, santun, dan persuasif. Hindari tindakan yang tidak sesuai prosedur karena dapat menurunkan citra Polri,” tegasnya.

Selain itu, seluruh rangkaian operasi diminta selaras dengan Program Prioritas Kapolri. Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggar yang ditindak, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat, menurunnya pelanggaran, berkurangnya risiko kecelakaan, serta terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.

Dalam pemaparannya, Kasat Intelkam mengingatkan seluruh personel agar menjaga profesionalisme dan integritas saat bertugas. Setiap tindakan anggota berpotensi menjadi perhatian publik, terlebih di tengah kemudahan masyarakat merekam dan menyebarluaskan aktivitas kepolisian melalui media sosial.

“Setiap anggota adalah representasi institusi Polri. Laksanakan tugas sesuai SOP dan pastikan tindakan mencerminkan profesionalisme dan integritas,” kata Verry mengutip paparan Kasat Intelkam.

Sementara itu, Kabag Ops menekankan pentingnya membangun kesadaran berlalu lintas agar masyarakat patuh bukan semata-mata karena keberadaan petugas, melainkan karena memahami pentingnya keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Personel juga diminta memahami sasaran operasi, bekerja secara terukur dan tepat sasaran, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi antarfungsi untuk mencegah kesalahan dalam pelaksanaan tugas.

Dari sisi pengawasan internal, Kasi Propam memastikan pengawasan terhadap personel yang bertugas tetap dilakukan. Seluruh anggota diingatkan untuk menjaga disiplin, etika, dan perilaku, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat demi terwujudnya operasi yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan Lat Pra Ops diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Kapolres serta paparan dari Kasat Intelkam, Kabag Ops, dan Kasat Lantas. Acara kemudian diisi diskusi, tanya jawab, penyimpulan kesiapan operasi, dan foto bersama.

Verry berharap, melalui pendekatan preemtif dan preventif, pelayanan humanis, pengawasan internal, serta pelaporan yang akurat, Operasi Patuh Toba 2026 dapat menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Simalungun.

“Keberhasilan operasi diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku masyarakat sehingga keselamatan dan ketertiban berlalu lintas menjadi kesadaran bersama,” pungkasnya.

Lat Pra Ops berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan ini menegaskan komitmen Polres Simalungun untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, berintegritas, dan humanis demi mewujudkan keamanan serta keselamatan masyarakat di jalan raya. (Ril)