Kriminal

Polres Simalungun Bongkar Peredaran Sabu dan Ekstasi, Ungkap Jaringan Asahan

606
×

Polres Simalungun Bongkar Peredaran Sabu dan Ekstasi, Ungkap Jaringan Asahan

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Satuan Narkoba Polres Simalungun kembali mencatat keberhasilan dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika. Seorang pemuda asal Asahan ditangkap saat hendak bertransaksi sabu di Jalan Perdagangan, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/9/2025) dini hari.

Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Henry Salamat Sirait, S.IP., S.H., M.H., saat dikonfirmasi Sabtu (13/9/2025) pagi, membenarkan penangkapan tersebut.

“Operasi ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya transaksi sabu di wilayah Pematang Bandar. Tim segera bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan satu orang pelaku,” ujar Henry.

Pelaku diketahui bernama Andika Putra Nasution (20), warga Desa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. Saat digerebek, Andika sempat mencoba membuang barang bukti, namun berhasil diamankan petugas.

Dalam penggeledahan yang disaksikan tokoh masyarakat setempat, polisi menyita barang bukti berupa:

satu paket besar sabu dengan berat bruto 3,43 gram,

dua butir pil ekstasi seberat 0,99 gram,

serta sebuah tas hitam.

Total barang bukti mencapai 4,42 gram narkotika.

“Dari hasil interogasi, pelaku mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang bernama Putra, warga Asahan. Keterangan ini akan kami dalami untuk menelusuri jaringan peredaran narkotika yang lebih luas,” tambah AKP Henry.

Pelaku kini sudah dibawa ke Mapolres Simalungun untuk proses hukum lebih lanjut, termasuk pembuatan laporan polisi, gelar perkara, hingga pelimpahan ke jaksa penuntut umum.

AKP Henry menegaskan, keberhasilan operasi ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya. “Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang peduli dan berani memberikan informasi. Polres Simalungun berkomitmen penuh memerangi narkoba. Penangkapan ini bukan akhir, melainkan awal untuk membongkar jaringan yang lebih besar,” tegasnya.(Ril/tp)