Nasional

Malam Waisak 2570 BE, Wesly Silalahi Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan

57
×

Malam Waisak 2570 BE, Wesly Silalahi Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi menghadiri Malam Doa dan Festival Malam Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang digelar di Vihara Samiddha Bhagya, Jalan Thamrin, Kota Pematangsiantar, Sabtu (31/05/2026) malam.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Wesly bersama Ny Liswati Wesly Silalahi dan Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH menerima cenderamata Anumodana dari panitia penyelenggara sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

Dalam tradisi agama Buddha, Anumodana yang berasal dari bahasa Pali memiliki makna turut bersukacita dan mengapresiasi perbuatan baik yang dilakukan orang lain. Anumodana juga menjadi ungkapan syukur dan terima kasih atas berkah, ajaran Dhamma, maupun kebaikan yang diterima.

Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly menyampaikan rasa bahagia karena dapat hadir dan berkumpul bersama umat Buddha dalam suasana yang penuh kedamaian, kebersamaan, dan persaudaraan.

“Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia serta keluarga besar Vihara Samiddha Bhagya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian dari perayaan Waisak yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Wesly.

Menurut Wesly, perayaan Hari Tri Suci Waisak bukan hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya nilai cinta kasih, toleransi, kebijaksanaan, serta kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Pematangsiantar yang kita cintai ini dibangun di atas semangat kebersamaan. Karena itu, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus kita rawat dan jaga bersama,” katanya.

Melalui perayaan tersebut, Wesly berharap semangat persatuan, rasa saling menghormati, dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan, keamanan, dan keharmonisan Kota Pematangsiantar,” ajaknya.

Wesly juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui semangat gotong royong, menjaga ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis demi masa depan kota yang lebih baik.

“Saya mengucapkan selamat merayakan Hari Tri Suci Waisak kepada seluruh umat Buddha. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Dr Erbin Chandra SE MM menyampaikan bahwa perayaan Waisak memiliki makna yang sangat sakral dan bukan sekadar seremoni atau euforia semata.

“Tujuan kita bukan untuk merayakan secara berlebihan, tetapi menjadikan Waisak sebagai momentum refleksi terhadap apa yang telah kita lakukan selama satu tahun terakhir,” ujarnya.

Erbin menjelaskan bahwa Waisak menjadi saat yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, baik dalam pikiran, ucapan, maupun perbuatan, sehingga setiap umat memiliki komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah melaksanakan rangkaian ibadah dan Pradaksina.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar, khususnya kepada Wali Kota Wesly Silalahi yang dinilai selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan oleh Walubi.

“Kami dari panitia, khususnya DPD Walubi Kota Pematangsiantar, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Wesly Silalahi atas dukungan yang luar biasa. Dalam berbagai kegiatan Walubi, beliau selalu hadir dan membersamai kami,” katanya.

Erbin menambahkan, keberhasilan Kota Pematangsiantar yang menempati posisi keempat sebagai kota paling toleran di Indonesia tidak terlepas dari hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat serta komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Ia juga menjelaskan filosofi lilin yang menjadi simbol dalam perayaan Waisak.

“Lilin melambangkan kebajikan yang harus terus dilakukan. Seperti lilin yang mengorbankan dirinya untuk memberikan penerangan kepada siapa pun tanpa memandang etnis, suku, ras, gender, bahkan kepada semua makhluk,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Johannes Sihombing SSTP MSi, Kabag Kesra Setdako Pematangsiantar Irwansyah Saragih SSos MSi, serta Kabid Pembinaan Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Jansarden Damanik SSTP MSi.(Ril)