MEDAN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wira Bhakti Nusantara (WIBARA) menyoroti dugaan penjualan buku pelajaran kepada siswa di SMA Swasta ST 2 Medan. LSM tersebut juga mempertanyakan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mengingat pengadaan buku merupakan salah satu komponen yang dapat dibiayai melalui dana tersebut.
Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Provinsi Sumatera Utara LSM WIBARA, Wilman Siallagan, menyampaikan hal itu kepada sejumlah wartawan di lobi di sala satu Hotel , Medan, Selasa (30/6/2026).
Menurut Wilman, berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, praktik penjualan buku kepada siswa di SMA Swasta ST 2 Medan diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun. Padahal, pengadaan buku bagi peserta didik merupakan salah satu komponen pembiayaan yang dapat dialokasikan melalui Dana BOS.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh WIBARA, pada Tahun Anggaran 2025 SMA Swasta ST 2 Medan menerima Dana BOS sebesar Rp182.257.500 untuk komponen pengembangan perpustakaan, dengan jumlah peserta didik sebanyak 1.168 siswa. Namun, menurut informasi yang diterima pihaknya, siswa masih diwajibkan membeli buku pelajaran.
Atas dasar itu, WIBARA meminta pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait penggunaan anggaran tersebut. Wilman menilai, apabila dugaan tersebut terbukti, maka praktik tersebut berpotensi tidak sejalan dengan ketentuan pengelolaan Dana BOS sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Kami telah menyurati pihak sekolah untuk meminta penjelasan, namun hingga saat ini belum memperoleh tanggapan,” ujar Wilman.
Karena belum menerima klarifikasi resmi, WIBARA berencana menyampaikan laporan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Aparat Penegak Hukum (APH) agar dilakukan penelusuran lebih lanjut.
“Hal ini akan kami laporkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan juga kepada Aparat Penegak Hukum agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Swasta ST 2 Medan, OS, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp terkait dugaan penjualan buku kepada siswa membenarkan bahwa sekolah menjual buku.
“Iya,” jawab OS singkat melalui pesan WhatsApp.(741t)





