Nasional

Ibu-Ibu Lamtoras Menangis Haru, Kapolres Simalungun Sampaikan Pesan Kemanusiaan di Sihaporas

933
×

Ibu-Ibu Lamtoras Menangis Haru, Kapolres Simalungun Sampaikan Pesan Kemanusiaan di Sihaporas

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Suasana haru menyelimuti kunjungan silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Simalungun ke masyarakat Dusun Aek Batu, Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Jumat (26/9/2025).

Sejumlah ibu-ibu dari Masyarakat Adat Keturunan Ompung Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) menangis terharu saat mendengar pesan kemanusiaan dari Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, tentang pentingnya kehidupan yang baik dan layak bagi semua.

Kapolres Marganda menegaskan bahwa kunjungan Forkopimda merupakan wujud kepedulian pemerintah dan Polri untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi persoalan.

“Polri hadir untuk masyarakat. Utama kegiatan ini adalah kemanusiaan. Kami ingin melihat, mendengar, dan memahami langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di sini,” ujar AKBP Marganda, Minggu (28/9/2025) malam.

Kunjungan ini dilaksanakan menyusul bentrok antara warga Sihaporas dengan karyawan/security PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk beberapa waktu lalu. Rombongan Forkopimda tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut Camat Pematang Sidamanik, Manganjur Lumbangaol SE, bersama Mangitua Ambarita selaku Ketua Kelompok Lamtoras.

Pertemuan berlangsung di rumah Masta Br Hutabarat (Op Renata) dan dihadiri Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, serta pejabat terkait lainnya.

Wakil Bupati menegaskan, kehadiran Forkopimda adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat.

“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah untuk mencari jalan keluar terbaik bagi warga Sihaporas,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua Adat Sihaporas, Mangitua Ambarita, mengeluhkan dampak konflik dengan PT TPL. Ia menyebut warga kesulitan bertani karena akses jalan menuju ladang diputus dan tanaman mereka ditebang.

“Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Harapan kami, kehadiran bapak-bapak pemimpin bisa memberi jaminan agar kami dapat beraktivitas kembali,” ungkapnya.

Kapolres Marganda kemudian mengimbau kedua belah pihak menjaga diri agar tidak memicu konflik baru. Ia menegaskan Polres bersikap netral dan semua laporan yang masuk sudah dalam proses penyelidikan.

“Sampaikan informasi kepada pihak kepolisian agar semua proses berjalan sesuai prosedur. Yang bersalah tetap akan diproses profesional,” tegasnya.

Momen paling menyentuh terjadi saat Kapolres menyampaikan pentingnya kehidupan yang baik dan layak bagi semua pihak. Pernyataan tulus itu membuat ibu-ibu Lamtoras meneteskan air mata karena merasakan empati dari pimpinan daerah.

Usai pertemuan, Forkopimda bersama warga meninjau langsung lokasi jalan yang diputus PT TPL serta lahan pertanian yang terdampak. Meski sempat dijadwalkan menyerahkan paket sembako, warga menolak bantuan tersebut.

Forkopimda berkomitmen mencari solusi win-win agar konflik agraria ini dapat diselesaikan. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polres Simalungun menyiagakan personel di lokasi, termasuk satu SSK Brimob Polda Sumut di Mako Polsek Parapat.

Kunjungan berakhir pukul 12.00 WIB dalam kondisi aman dan terkendali. Momentum ini menunjukkan upaya pemerintah dan Polri menyelesaikan persoalan agraria dengan pendekatan kemanusiaan dan dialog, tanpa mengabaikan aspek keamanan.(Ril/741T)