Kriminal

Pria Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga karena Masalah Ekonomi dan Rumah Tangga

56
×

Pria Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga karena Masalah Ekonomi dan Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Oplus_0

SIMALUNGUN – Seorang pria berusia 25 tahun bernama Fazar Rizky ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya di Huta V, Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu dini hari (07/06/2025). Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi dan konflik dalam rumah tangga.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh istrinya, Elektra br Sijabat (21), sekitar pukul 00.15 WIB. Ia menemukan sang suami tergantung di dalam kamar menggunakan tali nilon hijau sepanjang 1,5 meter yang diikatkan ke broti plafon rumah.

Menurut keterangan Elektra kepada petugas, pada Jumat malam (06/06/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, korban terlihat mengonsumsi tuak di rumah. Sekitar pukul 00.05 WIB, Fazar masuk ke kamar, sementara Elektra sedang mengayun anak mereka. Tak lama kemudian, ia mendengar suara dari kamar. Saat masuk, ia terkejut melihat suaminya sudah tergantung tak bernyawa.

“Saya langsung berteriak minta tolong, dan warga sekitar berdatangan,” ujar Elektra dalam keterangannya kepada petugas.

Kapolsek Perdagangan, AKP Ibrahim Sopi, SH, MH menerima laporan dari warga sekitar pukul 01.30 WIB dan segera menurunkan tim yang dipimpin oleh Kanit Reskrim IPDA Gerry D. Simanjuntak, SH, MH untuk melakukan pemeriksaan ke lokasi kejadian.

Tim Inafis Polres Simalungun, yang dipimpin AIPTU Owen Simarmata, turut hadir melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama personel Polsek Perdagangan. Dalam proses penyelidikan, ditemukan barang bukti berupa celana jeans biru dan tali nilon hijau yang digunakan korban.

Tim medis dari Puskesmas Bandar Tinggi yang dipimpin oleh Indriani Mutiara, S.Kep, melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil visum memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, dan korban dinyatakan meninggal akibat gantung diri.

Penyelidikan juga dilakukan dengan mewawancarai saksi tambahan, termasuk Sri Wahyuni (34), warga yang tinggal di lokasi yang sama. Dari keterangan para saksi, diketahui bahwa korban tidak memiliki pekerjaan tetap dan sering terlibat pertengkaran dengan istrinya.

“Motif bunuh diri diduga karena korban kerap bertengkar dengan istrinya dan mengalami tekanan ekonomi karena tidak memiliki penghasilan tetap,” ujar Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam penanganan kasus ini, enam personel dari berbagai unit dikerahkan, termasuk dari Reskrim, SPK, dan Tim Inafis Polres Simalungun. Koordinasi juga dilakukan dengan Pangulu Nagori Bandar Tinggi, Samsihadi, guna kelancaran proses penyelidikan di lapangan.

Pihak keluarga korban, melalui perwakilan istri, menyampaikan bahwa mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah dan meminta agar jenazah tidak diautopsi. Pernyataan tertulis resmi telah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim di Huta V, Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam.

Kasus ini dikategorikan sebagai non-pidana (bukan tindak kriminal), dan kepolisian akan melanjutkan pemeriksaan para saksi serta melaporkan hasil penyelidikan kepada pimpinan, sesuai dengan prosedur standar penanganan kasus bunuh diri.

Melalui respons cepat dan kerja sama lintas unit, Polres Simalungun menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan kepastian hukum terhadap setiap laporan yang masuk.(Rel)