Berita Daerah

Wesly Silalahi Raih Penghargaan Tokoh Toleransi

84
×

Wesly Silalahi Raih Penghargaan Tokoh Toleransi

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menerima penghargaan sebagai Tokoh Toleransi Kota Pematangsiantar dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Silaturahmi Bersama Tokoh Lintas Agama Kota Pematangsiantar yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (24/9/2026).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar. Di bawah kepemimpinan Wesly, Pematangsiantar tercatat berada di peringkat kelima Indeks Kota Toleransi (IKT) pada 2024 dan meningkat menjadi peringkat keempat pada 2025 berdasarkan pemeringkatan Setara Institute.

Selain menerima penghargaan, Wesly sebelumnya juga terpilih sebagai peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Angkatan IV Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti 29 kepala daerah dari berbagai provinsi.

Dalam sambutannya, Wesly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat yang selama ini turut menjaga kerukunan di Kota Pematangsiantar.

Menurutnya, silaturahmi lintas agama memiliki arti penting dalam memperkuat persatuan. Kerukunan umat beragama, kata Wesly, bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan sosial yang harus terus dirawat bersama.

“Pematangsiantar adalah kota yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat. Perbedaan tersebut bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Wesly.

Sejalan dengan tema kegiatan, “Kerukunan Itu Indah Walaupun Kita Berbeda Agama Tetapi Tetap Rukun dan Damai untuk Membangun Kota Pematangsiantar”, Wesly mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memperkuat toleransi.

Ia menegaskan, dirinya ingin Pematangsiantar menjadi kota di mana seluruh masyarakat, apapun agama, suku, etnis, maupun latar belakangnya, dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.

“Prestasi Pematangsiantar sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia harus kita pertahankan dan tingkatkan. Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai perbedaan yang memisahkan, sehingga Pematangsiantar semakin rukun, inklusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga SH mengucapkan selamat kepada Wesly atas penghargaan yang diberikan FKUB. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan pencapaian yang membanggakan.

Timbul mengatakan, kerukunan umat beragama merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak akan kokoh tanpa kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.

“Kota Pematangsiantar telah membuktikannya. Di tengah keberagaman suku, budaya, dan keyakinan, kita hidup saling berdampingan, saling menghormati, dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia juga menyebut peringkat keempat Kota Paling Toleran se-Indonesia pada 2025 bukan sekadar angka, melainkan gambaran dari kehidupan masyarakat yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu.

Sebagai Ketua DPRD, Timbul menegaskan komitmen DPRD untuk terus menjadikan kerukunan dan toleransi sebagai bagian penting dalam setiap kebijakan pembangunan.

“Kami akan memastikan setiap warga merasa dihargai, dilindungi, dan menjadi bagian dari kemajuan kota ini tanpa terkecuali. Mari kita jaga kebanggaan dan kedamaian ini serta terus melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM turut mengucapkan selamat kepada Wesly atas penghargaan sebagai Tokoh Toleransi sekaligus atas keikutsertaannya dalam pendidikan Lemhannas.

Sebagai Kapolres yang baru menjabat di Pematangsiantar, Dhana memperkenalkan dirinya kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ia juga memohon dukungan, bimbingan, serta arahan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pematangsiantar.

“Kami berusaha menciptakan kenyamanan dan ketertiban di Kota Pematangsiantar. Untuk itu, mohon arahan dan bimbingan, terutama dari Bapak Wali Kota dan seluruh unsur Forkopimda,” ujar Dhana.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau tanpa bantuan dari Bapak/Ibu dan seluruh tokoh yang ada di sini, kami juga bukan apa-apa. Ingatkan kami dan beritahu kami untuk sama-sama menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tertib di kota yang kita cintai ini,” katanya.

Sebelumnya, Ketua FKUB Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis didampingi sejumlah tokoh agama mengajak seluruh tokoh lintas agama dan unsur Forkopimda untuk terus menanamkan kebersamaan.

Ali mengungkapkan, sejumlah daerah seperti Ambon, Sampit, dan Kupang pernah mengalami kericuhan yang dilatarbelakangi persoalan sosial dan perbedaan. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa hal serupa akan terjadi di Pematangsiantar.

“Bahkan saat terjadi kekurangharmonisan di Tanjungbalai, orang memperkirakan hal yang sama muncul di Pematangsiantar. Tetapi apa yang dibayangkan, tidak terjadi,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kodim 0207/Simalungun, perwakilan Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, perwakilan Kantor Kementerian Agama Pematangsiantar, pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha dan Hindu, serta para camat.(Ril)