Nasional

Wali Kota Wesly Jamui MUI Pusat

176
×

Wali Kota Wesly Jamui MUI Pusat

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menjamu utusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan MUI Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Jamuan sekaligus ramah-tamah berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Senin (31/8/2026) malam.

Utusan MUI Pusat yang hadir yakni Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Dr H Zainuddin Daulay MHum dan Humas H Arif D Hasibuan SPd MIP. Keduanya didampingi Humas MUI Provinsi Sumut Syahrul SPd MPd.

Sementara dari MUI Kota Pematangsiantar hadir Ketua MUI sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pematangsiantar Drs Muhammad Ali Lubis, Sekretaris Ahmad Ridwansyah Putra, serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly mengucapkan selamat datang kepada rombongan MUI Pusat dan MUI Provinsi Sumut di Kota Pematangsiantar.

“Suatu kehormatan bagi kami dapat menerima dan menjamu Bapak-bapak sekalian,” ujar Wesly.

Atas nama Pemko Pematangsiantar, Wesly juga menyampaikan apresiasi kepada MUI Pusat yang melakukan pemetaan kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar.

“Di Siantar ini, masyarakat hidup dalam keberagaman agama, suku, dan budaya. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang senantiasa kita jaga bersama. Semoga pemetaan yang dilakukan dapat memberikan gambaran utuh tentang kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar,” harapnya.

Menurut Wesly, Pemko Pematangsiantar terus berkomitmen menciptakan suasana kota yang aman dan harmonis dengan melibatkan para tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita jadikan pertemuan ini bukan hanya sebagai agenda resmi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi untuk mempererat hubungan MUI dengan Pemko Pematangsiantar,” katanya.

Wesly berharap selama berada di Kota Pematangsiantar, rombongan MUI Pusat dan MUI Sumut dapat merasa nyaman dan memperoleh kesan yang baik.

“Maaf jika masih ada kekurangan dalam penyambutan kami,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Pusat Dr H Zainuddin Daulay MHum menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Wesly dan jajaran Pemko Pematangsiantar atas sambutan serta jamuan yang diberikan.

Mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto, Zainuddin menyebut perdamaian dapat terwujud apabila terdapat persatuan antara para tokoh agama dan pemerintah.

“Rusaknya kedamaian dan kerukunan umat karena tidak rukunnya pemimpin, termasuk pemimpin umat dengan pemerintah. Jika itu terjadi, program apa pun tidak bisa dilaksanakan. Jadi, kunci kerukunan adalah persatuan pemimpin agama dan pemerintah,” tegasnya.

Zainuddin menambahkan, sejak awal MUI memosisikan diri sebagai mitra pemerintah. Kemitraan tersebut diwujudkan melalui sikap saling terbuka, saling membantu, serta saling mengingatkan apabila terdapat persoalan.

“MUI mengayomi umat dan membangun kemitraan dengan pemerintah. Jangan sampai terjadi perpecahan antar kelompok agama karena hal itu dapat menyulitkan,” ujarnya.

Zainuddin juga mengapresiasi kekompakan masyarakat dan pemerintah di Kota Pematangsiantar dalam menjaga kerukunan.

“Kami kagum. Ketika ada masalah langsung diselesaikan dan ada perhatian dari berbagai pihak. Ini berkat kepemimpinan Bapak Wali Kota,” katanya.

Ketua MUI Kota Pematangsiantar Muhammad Ali Lubis mengatakan, kerukunan antarumat beragama di Kota Pematangsiantar selama ini tetap terjaga dengan baik.

“Kalau di daerah lain terjadi konflik antarumat beragama, ada saja yang memprediksi hal yang sama akan terjadi di Kota Pematangsiantar. Tapi Alhamdulillah, tidak terjadi. Di sini tetap rukun dan damai. Itu karena pemimpin kota ini mampu merangkul umat beragama,” kata Ali.

Ia menyebut MUI selama ini terus menjadi mitra pemerintah dalam berbagai kegiatan. Salah satunya ketika pemerintah melakukan sosialisasi perpajakan, MUI turut dilibatkan untuk memberikan pemahaman mengenai pajak dari sudut pandang ajaran agama Islam.

Ali juga menegaskan bahwa FKUB Kota Pematangsiantar melibatkan seluruh tokoh agama. Menurutnya, setiap umat harus saling menghormati dan tidak mengusik keyakinan agama lain karena dapat memicu ketidakharmonisan.

“Semoga keharmonisan dan kerukunan bisa berlangsung terus di Kota Pematangsiantar,” tandasnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fidelis Edy Suranta Sembiring SSTP MSi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Subrata Nata Lumbantobing SSTP MSP, Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis SH, Kepala Inspektorat Heryanto Siddik SSTP, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Alwi Andrian Lumbangaol SSTP, Kepala Dinas Pendidikan Syaiful Rizal SSTP, Kabag Kesejahteraan Rakyat Irwansyah SSos MSi, serta Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Uli Ilal Mahdi Nasution SHI.(Ril)