Nasional

Marpesta QRIS, Wesly Dorong Budaya Menabung

133
×

Marpesta QRIS, Wesly Dorong Budaya Menabung

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menghadiri puncak sekaligus penutupan Marpesta QRIS yang dirangkai dengan kegiatan Hari Indonesia Menabung Kota Pematangsiantar Tahun 2026 di Lapangan Adam Malik, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar tersebut turut dimeriahkan Siantar QRIS Run 2026 yang diikuti ribuan peserta dengan dua kategori, yakni 5K dan 10K.

Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly menyampaikan apresiasi kepada KPw BI Pematangsiantar atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang mendorong percepatan transformasi digital sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Menurut Wesly, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan salah satu inovasi pembayaran digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi secara non-tunai.

“Dengan satu kode QR, seluruh aplikasi pembayaran dapat digunakan. Hal ini tidak hanya mempermudah pelaku UMKM dalam menerima pembayaran, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Wesly.

Wesly mengatakan, Marpesta QRIS merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan KPw BI Pematangsiantar. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk terus memperkenalkan serta meningkatkan minat masyarakat menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran digital yang mudah, cepat, dan aman.

“Acara ini bertujuan mempromosikan dan menarik minat masyarakat dalam penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran berbasis digital yang mudah dan aman,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wesly juga mengajak para pelajar untuk membiasakan diri menabung melalui berbagai produk keuangan resmi yang tersedia di perbankan.

“Mari kita jadikan kegiatan Gemar Menabung sebagai budaya sekaligus mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif,” ajaknya.

Ia menyebutkan, jumlah rekening pelajar di Kota Pematangsiantar mengalami peningkatan signifikan sejak 2024. Jumlah rekening yang sebelumnya tercatat sebanyak 121.834, meningkat menjadi 150.073 rekening pada 2026.

Menurut Wesly, peningkatan tersebut menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak dini.

“Melalui momentum ini, saya berharap dapat menumbuhkan generasi gemar menabung sejak dini yang pada akhirnya terus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia,” ungkapnya.

Wesly juga berharap perbankan terus memberikan kemudahan akses dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai Gerakan Indonesia Menabung dan berbagai produk tabungan yang tersedia.

“Saya berharap pihak perbankan senantiasa memberikan kemudahan akses dan pelayanan terbaik agar seluruh lapisan masyarakat gencar melakukan edukasi dan sosialisasi terkait Gerakan Indonesia Menabung serta berbagai produk tabungan yang tersedia,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menjelaskan, Marpesta QRIS merupakan wujud sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah, sekaligus bagian dari upaya memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan mendukung pengembangan ekonomi daerah.

“Juga mendukung pencapaian program pemberdayaan masyarakat melalui kompetisi bertema QRIS. Terbaru, kita juga melakukan kampanye Kartu Kredit Indonesia,” terang Ahmadi.

Dalam pelaksanaan Marpesta QRIS, sebanyak 38 pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk bersinergi dan melakukan transaksi menggunakan QRIS.

Ahmadi menyebutkan, selama dua hari pelaksanaan kegiatan, yakni 28 dan 29 Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.865 transaksi menggunakan QRIS.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemko Pematangsiantar, Forkopimda, perbankan, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan Marpesta QRIS.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan lukisan Wali Kota Wesly Silalahi oleh Ahmadi Rahman. Lukisan tersebut dibuat menggunakan limbah uang, yakni Limbah Racik Uang Kertas (LRUK), berupa uang Rupiah rusak atau tidak layak edar yang telah dihancurkan oleh Bank Indonesia.

Selain itu, kegiatan dirangkai dengan peluncuran Program Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Ekonomi Daerah, dan Perluasan Akseptasi Digital. Dilakukan pula penyerahan buku tabungan secara simbolis kepada pelajar dalam rangka Hari Indonesia Menabung.

Rangkaian kegiatan lainnya meliputi senam bersama, sosialisasi dan kuis, pengumuman pemenang lomba, pembagian door prize, serta hiburan.

Turut hadir, mewakili Bupati Simalungun, Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar Rinto Leoni Manullang SH MH, unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putra, mewakili KPw BI Sumatera Utara, Kepala Lembaga Penjamin Simpanan 1-Medan Pramuji Novri Harlyanto, mewakili PT Bank Sumut Zulfan Kurniawan, Koordinator Bank Sumut Cabang Pematangsiantar Subhan Pardosi, Koordinator Bank Sumut Syariah Cabang Pematangsiantar Syufri Ananda Putra Lubis, Ketua MUI Kota Pematangsiantar Drs H Muhammad Ali Lubis, Sekda Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, para asisten, pimpinan OPD, pimpinan BUMD, perbankan, serta undangan lainnya.(Ril)