Nasional

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik di Masjid Raya

105
×

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik di Masjid Raya

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi bersama unsur Forkopimda Plus menghadiri acara Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik yang digelar di Masjid Raya Pematangsiantar, Jalan Masjid, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (23/04/2026) malam.

Haul Raja Sang Naualuh Damanik tahun ini memiliki makna tersendiri karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di Masjid Raya Pematangsiantar. Kegiatan tersebut juga dihadiri ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, yakni Tuan Difi Sang Nuan Damanik, serta sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pimpinan organisasi keagamaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly Silalahi menegaskan bahwa peringatan haul bukan sekadar mengenang wafatnya seorang tokoh, tetapi menjadi momentum penting untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, serta pengabdian Raja Sang Naualuh Damanik dalam sejarah Kota Pematangsiantar.

“Beliau merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya dikenal karena keberanian dan kebijaksanaannya, tetapi juga karena komitmennya dalam menjaga persatuan, nilai-nilai adat, serta keharmonisan di tengah masyarakat. Semangat inilah yang sepatutnya kita warisi dan kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini,” ujar Wesly.

Menurutnya, setiap tahun peringatan Haul Raja Sang Naualuh Damanik terus dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi perjalanan Kota Pematangsiantar, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pematangsiantar.

“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa perjalanan panjang kota ini tidak terlepas dari jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan, persatuan, dan kebersamaan. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan semangat yang sama, bahkan lebih baik lagi,” katanya.

Wesly juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menggali dan memahami sejarah serta kearifan lokal yang dimiliki Kota Pematangsiantar. Hal itu dinilai penting untuk memperkuat jati diri masyarakat sebagai kota yang berbudaya, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Sementara itu, ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, Tuan Difi Sang Nuan Damanik, dalam paparannya menjelaskan silsilah keluarga Raja Sang Naualuh Damanik. Ia menyebutkan bahwa buyutnya memiliki empat istri, dan istri terakhir yakni Boru Saragih dari Silampuyang yang menjadi permaisuri.

Dari pernikahan tersebut lahirlah Sarmahata Damanik yang kemudian memiliki tujuh anak. Putra sulungnya, Syah Alam Damanik, diketahui pernah menjadi prajurit TNI Angkatan Udara dengan pangkat terakhir Marsekal Muda.

“Dari pernikahannya dengan Halimah br Sinaga, Syah Alam Damanik memiliki tiga anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Anak laki-laki itulah saya, Tuan Difi Sang Nuan Damanik. Jadi saya merupakan cicit dari Raja Sang Naualuh Damanik, Raja Siantar XIV,” ungkap Difi.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Haul Raja Sang Naualuh Damanik di Masjid Raya Pematangsiantar merupakan yang pertama kalinya dilakukan.

Difi mengaku baru mengetahui dari pengurus masjid bahwa tanah tempat berdirinya Masjid Raya Pematangsiantar merupakan tanah wakaf dari Raja Sang Naualuh Damanik.

“Saya mempelajari silsilah dan sejarah bahwa Raja Sang Naualuh Damanik telah mewakafkan tanahnya untuk mendirikan Masjid Raya Pematangsiantar. Mudah-mudahan amal jariyah beliau terus mengalir,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya sebagai keturunan Raja Sang Naualuh Damanik, karena sang raja tidak hanya memperhatikan masyarakat Muslim, tetapi juga memberikan tanah kepada masyarakat Nasrani dan umat lainnya.

“Hal inilah yang membuat Pematangsiantar dikenal sebagai Kota Toleransi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Difi juga mengucapkan selamat kepada Kota Pematangsiantar yang berhasil meraih peringkat ke-4 Indeks Kota Toleran (IKT) di Indonesia.

“Selamat kepada Bapak Wali Kota. Mudah-mudahan prestasi ini dapat terus dipertahankan. Semoga haul perdana di Masjid Raya ini bisa dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Raya Pematangsiantar Prof Dr Ir Harmein Nasution MSi mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pematangsiantar, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, TNI/Polri, perbankan, serta para tamu undangan yang telah hadir dalam acara tersebut.

Ia menjelaskan bahwa secara historis, tanah Masjid Raya Pematangsiantar diwakafkan oleh Raja Sang Naualuh Damanik pada tahun 1906 kepada masyarakat, yang diterima oleh tokoh masyarakat saat itu yakni Tuan Syech H Abdul Jabbar Nasution dan Pangulu Hamzah Daulay.

“Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1906 dan mulai digunakan untuk shalat Jumat pada tahun 1911. Masjid Raya ini termasuk salah satu dari tujuh masjid bersejarah di Indonesia karena salah satu tokoh yang terlibat langsung dalam pembangunannya adalah Raja Sang Naualuh Damanik,” jelas Harmein.

Menurutnya, nilai-nilai kepemimpinan Raja Sang Naualuh Damanik perlu terus dilestarikan dan dikaji lebih mendalam, bahkan layak dijadikan bahan ajar di sekolah-sekolah di Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

“Ke depan, ini bisa menjadi bagian dari wisata religius Kota Pematangsiantar, karena tren pariwisata saat ini adalah wisata yang autentik dan memiliki nilai sejarah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir akademisi Drs Shohibul Anshor Siregar MSi sebagai narasumber yang memaparkan sejarah Raja Sang Naualuh Damanik.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman, Ketua Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik Evra Sassky Damanik, perwakilan Denpom 1/I Pematangsiantar, perwakilan Kejari Pematangsiantar, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pematangsiantar Drs H Natsir Armaya Siregar, pimpinan organisasi Islam, pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar, para camat, serta undangan lainnya.(Ril)