Berita Daerah

Jelang Kemarau, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kawasan Danau Toba

100
×

Jelang Kemarau, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kawasan Danau Toba

Sebarkan artikel ini

SILANGIT – Menjelang musim kemarau tahun 2026, pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengoptimalkan potensi curah hujan di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.

Langkah ini dilakukan mengingat Danau Toba merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangkitan energi listrik, pengelolaan sumber daya air, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat dan sektor industri di wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan hasil pemantauan per 17 Maret 2026, elevasi muka air Danau Toba tercatat berada pada level +903,12 meter di atas permukaan laut dan menunjukkan tren penurunan seiring berkurangnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Apabila tren penurunan ini terus berlanjut hingga semester pertama tahun 2026, kondisi tersebut berpotensi mengganggu berbagai layanan penting, seperti penyediaan air baku untuk irigasi, pembangkitan listrik, layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), hingga kebutuhan industri di Wilayah Sungai Toba Asahan.

Sebagai langkah antisipasi, Perum Jasa Tirta I telah melakukan koordinasi dengan BMKG melalui Deputi Bidang Modifikasi Cuaca pada 25 Maret 2026. Berdasarkan analisis BMKG, awal musim kemarau di wilayah Daerah Tangkapan Air Danau Toba diperkirakan terjadi pada Dasarian I hingga Dasarian III Mei 2026.

Menindaklanjuti hal tersebut, digelar rapat koordinasi terkait rencana Operasi Modifikasi Cuaca yang direncanakan berlangsung pada 9 April hingga 3 Mei 2026. Rapat dipimpin langsung oleh Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison, dan dihadiri para Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota di kawasan Danau Toba.

Kabupaten Tapanuli Utara dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Binhot Aritonang bersama Kepala Dinas Kominfo Donna Situmeang. Rapat dilaksanakan di Kantor Meteorologi BMKG Silangit, Kamis (9/4/2026).

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Operasi Modifikasi Cuaca direkomendasikan dilaksanakan pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, yakni pada April 2026. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memaksimalkan potensi hujan dan menjaga ketersediaan cadangan air di kawasan Danau Toba menjelang musim kemarau.(Torop Pers)