Nasional

Vandiko Gultom: Bank Sumut Harus Naik Kelas Demi Ekonomi Daerah

52
×

Vandiko Gultom: Bank Sumut Harus Naik Kelas Demi Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR – Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sumatera Utara yang digelar di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan, Senin (6/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Vandiko didampingi Kepala BPKAD Samosir Melva Siboro serta Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang.
RUPS yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution bersama para kepala daerah se-Sumatera Utara tersebut menghasilkan kesepakatan penting, yakni mendorong Bank Sumut naik kelas ke Kelompok Bank dengan Modal Inti 2 (KBMI 2).
KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti berkisar Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.

Saat ini, Bank Sumut masih berada pada kategori KBMI 1, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merencanakan konsolidasi terhadap bank-bank pada kategori tersebut pada tahun 2029.

“Aturan OJK pada 2029 menetapkan minimal modal inti bank sebesar Rp6 triliun. Artinya, untuk masuk KBMI 2 kita harus mencapai angka tersebut. Sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat untuk mengejar target modal Rp6 triliun itu,” ujar Bobby Nasution.

Saat ini, modal inti Bank Sumut telah mencapai Rp5,2 triliun dan masih membutuhkan sekitar Rp800 miliar untuk masuk kategori KBMI 2. Untuk mencapai target tersebut, para pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumut serta pemerintah kabupaten/kota sepakat menyetorkan kembali 15 persen dividen tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menambah penyertaan modal sebesar Rp100 miliar, sementara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan merencanakan penambahan modal sekitar Rp70 miliar yang akan dituangkan dalam APBD.

“Ada pemerintah kabupaten yang sudah menganggarkan, seperti Tapanuli Selatan yang merencanakan tambahan sekitar Rp70 miliar termasuk dari 15 persen dividen. Dari Provinsi Sumut juga ada penambahan Rp100 miliar selain inbreng aset sebelumnya,” jelas Bobby.

Ia juga berharap Bank Sumut tidak hanya bergantung pada dana pemerintah daerah, melainkan mampu meningkatkan kinerja dengan memperluas produk dan layanan yang kompetitif.

“Yang kita harapkan, Bank Sumut juga memperkuat dana pihak ketiga dan memperbanyak produk perbankan yang kompetitif. Jangan hanya mengandalkan APBD dan ASN saja,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan dukungannya terhadap upaya Bank Sumut untuk naik kelas ke KBMI 2. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk memperkuat permodalan, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan inovasi produk perbankan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Vandiko menegaskan bahwa Bank Sumut memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di Kabupaten Samosir.

“Dengan penguatan modal dan peningkatan kapasitas Bank Sumut, diharapkan perbankan daerah ini semakin mampu berkontribusi dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah, termasuk di Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko. (Ril)