Berita Daerah

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemko Pematangsiantar dan BI Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

134
×

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemko Pematangsiantar dan BI Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tracking Inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Idulfitri 1447 H.

FGD berlangsung di Aula TB Simatupang Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Rabu (18/02/2026).

Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan, tekanan inflasi dalam beberapa bulan terakhir cenderung tinggi dan berada di atas target nasional.

“Komoditas penyumbang inflasi di Kota Pematangsiantar antara lain emas perhiasan, tomat, ikan dencis, sawi putih, dan ikan asin teri. Sementara komoditas yang mengalami deflasi yakni cabai merah, andaliman, cabai rawit, wortel, dan kangkung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada dua bulan pertama tahun 2026 sejumlah komoditas masih berada dalam tren harga tinggi. Karena itu, pengendalian inflasi perlu dilakukan sedini mungkin, terutama menjelang HBKN.

“Perlu perhatian khusus pada komoditas telur, beras, dan daging ayam ras menjelang puasa dan Lebaran,” jelasnya.

Ahmadi menambahkan, tantangan ke depan meliputi pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang perlu penyesuaian, kondisi cuaca basah hingga pertengahan tahun yang berpotensi menurunkan produksi, serta perlunya sinergi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangka stabilisasi harga.

Ia menyarankan pelaksanaan GPM dipusatkan di pasar tradisional, Toko Pantau Inflasi (Topis), serta Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih dan dilakukan secara serentak.

Dalam paparannya, Ahmadi juga menekankan pentingnya pembangunan cold storage sebagai infrastruktur kunci dalam menjaga kualitas dan stabilitas pasokan pangan. Selain itu, peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG memerlukan dukungan TPID agar kebutuhan pangan tidak bertumpu pada satu jenis komoditas.

Sementara itu, Sekda Junaedi Sitanggang menyampaikan bahwa secara month to month (mtm) Kota Pematangsiantar mengalami deflasi, dan secara year on year (yoy) juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

“Namun kondisi ini belum menggembirakan karena inflasi kita masih berada di atas target nasional 2,5±1 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan, rencana pengadaan cold storage telah dicanangkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan akan ditindaklanjuti bersama PD PHJ serta TPID.

“Kita membutuhkan referensi komoditas prioritas serta jadwal intervensi harga berdasarkan data BPS. Pada Februari dan Maret sudah disiapkan langkah strategis untuk operasi pasar dan pasar murah,” katanya.

Pasar murah nantinya akan melibatkan langsung pedagang yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar agar intervensi harga lebih efektif.

Junaedi juga meminta Dinas Kominfo menyebarluaskan program intervensi inflasi serta dampak penanganannya kepada masyarakat.

Perwakilan BPS menambahkan, meski saat ini terjadi deflasi, sejumlah komoditas tetap perlu diwaspadai menjelang Ramadan dan Lebaran, seperti cabai merah, bawang merah, telur, daging ayam ras, dan cabai rawit.

Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian L Pardamean Manurung menyampaikan bahwa kelompok tani mitra telah memasarkan hasil panen cabai merah langsung ke masyarakat, termasuk melalui media sosial. Ia juga mengungkapkan cold storage yang dipesan diperkirakan tiba sekitar 10 Maret dan akan ditempatkan bekerja sama dengan PD PHJ.

Sementara itu, Kadis Kominfo Johannes Sihombing menjelaskan pihaknya telah memfasilitasi aplikasi internal TPID Pematangsiantar yang memantau harga 14 komoditas setiap hari pukul 07.00–11.00 WIB.

“Aplikasi ini memiliki tiga indikator, yakni normal, siaga, dan waspada. Ke depan akan ditambahkan fitur perbandingan data bulanan dan diagram perkembangan harga,” jelasnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan menyarankan agar intervensi pasar murah dipusatkan di Pasar Dwikora dan Pasar Horas agar lebih efektif dan terfokus di pusat perdagangan, serta mengusulkan penyediaan kios TPID untuk pengendalian inflasi secara langsung di lapangan.(Ril)