Nasional

Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Warga Tak Lagi Mengungsi

141
×

Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Warga Tak Lagi Mengungsi

Sebarkan artikel ini

TAPANULI UTARA – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, meresmikan Hunian Sementara (Huntara) serta menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) secara serentak di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Peresmian dilaksanakan secara hybrid dan dipusatkan di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, S.H., M.Han., Wakapolres Tapanuli Utara, para pimpinan perangkat daerah, serta masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Dusun Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kamis (5/2/2026).

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, serta mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat kepada daerah terdampak bencana. Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota agar sebelum Ramadan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di posko pengungsian, melainkan telah menempati huntara, hunian hotel, atau rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sumatera Utara dan para kepala daerah dalam mempercepat penyediaan huntara sebelum Ramadan. Ia menyebutkan, kegiatan peresmian ini dilaksanakan serentak di delapan kabupaten/kota terdampak bencana, dengan total 1.300 unit huntara di seluruh lokasi.

Dalam laporannya, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan bahwa pendataan rumah terdampak bencana telah selesai diverifikasi secara by name by address (BNBA). Dari total 486 unit rumah terdampak, tercatat 258 unit rusak berat, 39 unit rusak sedang, dan 189 unit rusak ringan. Seluruh data tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat.

Untuk penanganan sementara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah membangun 103 unit hunian tetap, 58 unit hunian insitu (onsite), serta 40 unit huntara. Sejak hari ini, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian. Bantuan Dana Tunggu Hunian juga telah disalurkan kepada 112 rumah tangga dan terus diusulkan bagi keluarga terdampak lainnya.

“Sejak hari ini tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian. Bantuan Dana Tunggu Hunian telah disalurkan kepada 112 rumah tangga dan terus kami usulkan bagi keluarga lainnya,” ujar Bupati Tapanuli Utara.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara terpadu, guna memulihkan kehidupan masyarakat dan mendorong kondisi yang lebih baik dari sebelum bencana.(Torop Pers)